Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harapan Temukan Penyintas Kian Menipis

📅 Selasa, 14 Feb 2023, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harapan Temukan Penyintas Kian Menipis Doc: AFP/BULENT KILIC
Ket. Peluang Menipis | Warga berjalan di antara bangunan yang roboh akibat gempa di Kota Hatay, Turki, pada Minggu (12/2). Upaya pencarian korban selamat saat ini tak lagi diprioritaskan karena peluang menemukan penyintas semakin menipis.

KAHRAMANMARAS - Jumlah korban gempa di Turki dan Suriah pekan lalu dilaporkan naik di atas 35.000 jiwa pada Senin (13/2), ketika tim penyelamat mulai mengurangi kecepatan pencarian korban dan upaya bantuan dialihkan ke ratusan ribu orang yang kehilangan tempat tinggal, setelah harapan bagi menemukan penyintas semakin menipis.

Delapan hari setelah gempa berkekuatan 7,8 skala Richter, media Turki melaporkan segelintir orang masih ditarik dari puing-puing saat ekskavator menggali kota-kota yang hancur. Sedangkan korban tewas yang dikonfirmasi naik menjadi 35.224 jiwa. Pejabat dan petugas medis mengatakan 31.643 orang telah meninggal di Turki dan 3.581 orang di Suriah.

"Ratusan tim penyelamat masih bekerja, upaya pencarian korban selamat telah berakhir di tujuh bagian provinsi," kata Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu.

Di Antakya, tim penyelamat mulai membersihkan puing-puing dan mendirikan toilet darurat dan jaringan telepon mulai kembali berfungsi di beberapa bagian kota, kata seorang reporterAFP.Di kota itu, patroli oleh polisi dan militer pun diperkuat untuk mencegah penjarahan menyusul beberapa insiden selama akhir pekan lalu.

Sementara itu tim SAR internasional serta bantuan medis dan lainnya, telah mengalir ke Turki sejak gempa terjadi pada 6 Februari dini hari. Sedangkan penyaluran bantuan ke bagian Suriah yang dihantam gempa telah menjadi tantangan yang lebih besar karena pengiriman bantuan dari luar dibatasi pada satu penyeberangan di perbatasan Turki-Suriah.

Pengiriman dari daerah yang dikuasai pemerintah ke daerah yang dikuasai pemberontak telah tertahan di tengah negosiasi dengan berbagai pihak untuk memungkinkan akses kemanusiaan.

"Sejauh ini kami telah mengecewakan orang-orang di Suriah barat laut," cuit kepala bantuan PBB, Martin Griffiths, pada Minggu (12/2). "Mereka benar-benar merasa telah ditinggalkan," imbuh dia.

Bantuan Indonesia

Terkait bantuan kemanusiaan ke Turki dan Suriah dari Indonesia, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, dalam taklimat pers pada Senin melaporkan bahwa bantuan kemanusiaan Indonesia akan dikirimkan secara bertahap.

Bantuan tahap pertama, telah tiba di Adana, Turki, pada Minggu (12/2) dimana dua pesawat yaitu B 737-400 TNI AU dan Hercules C-130 yang mengangkut tim MUSAR (medium urban search and rescue) yang berjumlah 65 personel beserta perlengkapan SAR dan logistik berupa bahan makanan, selimut, dan lain-lain.

Tim MUSAR Indonesia gelombang pertama ini sudah langsung bekerja untuk melakukan pencarian dan penyelamatan korban di salah satu lokasi di Kota Antakya, Provinsi Hatya.

Bantuan tahap kedua telah diberangkatkan dengan satu pesawat Garuda Indonesia A330-300 pada Senin pagi. Pesawat ini membawa 119 personelemergency medical team(EMT) danbantuan alat kesehatan, rumah sakit lapangan, obat-obatan dengantotal berat 18 ton sertabantuan logistik peralatan seberat dua ton yang antara lainterdiri dari selimut, tenda, genset, sleeping bag, dan makanan siap saji.

"Bantuan tahap ketiga direncanakan berangkat tanggal 18 Februari, dan akan berangkat 4 pesawat yang membawa 80 ton bantuan kemanusiaan tidak hanya ke Turki tetapi juga ke Suriah," ucap Menlu Retno.AFP/VoA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.