Dirjen WTO: Reformasi Penyelesaian Sengketa Menjadi Prioritas
📅 Selasa, 14 Feb 2023, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: ISTIMEWA
DUBAI - Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Ngozi Okonjo-Iweala, mengatakan mereformasi sistem penyelesaian perselisihan lembaga itu menjadi prioritas. Dia berbicara di atas panggung di World Government Summit.
Ketika ditanya apakah mereformasi proses akan menjadi fokus dari sisa masa jabatannya, yang berakhir pada 2025, Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, mengatakan tentu saja. "Dan saya harap kami dapat mewujudkannya," katanya, Senin (13/2).
Seperti dikutip dari Antara, sistem arbitrase sengketa perdagangan WTO, yang mengatur sengketa teratas, telah terhenti selama lebih dari dua tahun karena pemblokiran penunjukan juri oleh era Trump.
Di bawah Presiden Joe Biden, Washington telah menolak seruan anggota WTO untuk menyetujui penunjukan dan sebaliknya memimpin negosiasi tentang cara memulai kembali sistem sengketa WTO.
Amerika Serikat telah mengkritik dugaan WTO yang melampaui batas dan proses yang panjang dan telah menentang keras beberapa keputusannya baru-baru ini terhadap Amerika Serikat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Amerika Serikat memasuki tahap ketiga pembicaraan dengan negara-negara untuk mereformasi sistem arbitrase yang pincang dan bertujuan agar sistem itu berfungsi penuh pada akhir tahun 2024.
"Bukan hanya AS yang memiliki masalah. Negara-negara berkembang, terutama yang kurang berkembang merasa sulit untuk mengakses sistem tersebut dan mahal," kata Okonjo-Iweala.
Ada Secercah Harapan
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia juga menegaskan kembali bahwa perdagangan barang dagangan global diperkirakan akan tumbuh sebesar satu persen pada tahun 2023. "Tampaknya ada secercah harapan dalam waktu dekat," katanya.
Masaah reformasi ini sudah disampaikan Ngozi Okonjo-Iweala sejak awal dia menjabat Dirjen WTO. Usai terpilih, Okonjo-Iweala mengatakan dia menantikan akhir pertarungan dan bergerak maju dengan reformasi yang dibutuhkan.
"Ada pekerjaan penting yang harus dilakukan bersama," kata Mantan Eksekutif Bank Dunia itu dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Iman Pambagyo, menambahkan peran WTO atas negosiasi serta pengawasan sudah tidak berjalan dengan baik.
Peran lainnya yaitu penyelesaian sengketa juga terancam tidak berfungsi karena kosongnya anggota appellate body di WTO yang bertugas mengatasi sengketa. Penunjukan anggota appellate body masih menghadapi masalah karena adanya veto dari AS sehingga berpotensi memperlambat penyelesaian konflik dagang.
"Anggota appellate body itu harus ditetapkan segera, kalau tidak ada sampai Desember maka fungsi sistem penyelesaian sengketa akan berhenti," kata Iman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!