Bahaya Kencan Online Ancam Remaja Indonesia, Ini Cara Menghindarinya
📅 Senin, 13 Feb 2023, 13:48 WIB | Oleh: Tim PenulisKetiga, tak hanya pelecehan dan kekerasan, ada juga risiko kesehatan seksual.
Studi tahun 2017 di AS menunjukkan orang berusia 18-25 tahun yang menggunakan aplikasi kencan dua kali lebih mungkin melakukan hubungan seksual tanpa pengaman. Temuan serupa juga terjadi di Hongkong, bahwa penggunaan aplikasi kencan di antara mahasiswa berkaitan dengan berkurangnya tingkat penggunaan kondom.
Di Indonesia, meski penulis belum menemukan data spesifik untuk konteks aplikasi kencan, penelitian tahun 2020 yang mengkaji riwayat seksual anak muda di Jakarta - banyak di antaranya bisa jadi bertemu via aplikasi kencan - menemukan hanya 40% responden lajang yang aktif secara seksual rutin memakai kondom selama berhubungan seks sebulan terakhir.
Selain ketiga hal tersebut, pengguna aplikasi kencan juga terekspos beberapa risiko lainnya - dari penipuan finansial, catfishing atau penggunaan profil palsu, sampai risiko psikologis seperti turunnya persepsi nilai diri (self-esteem) akibat perilaku dan kata-kata negatif lawan chat atau pasangan kencan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tips untuk Pengguna Muda
Manfaatkanlah fitur-fitur yang ditawarkan aplikasi kencan. Beberapa fitur dirancang untuk memberikan kemudahan dan keamanan bagi pengguna, serta dapat disesuaikan dengan preferensi personal masing-masing.
Semua aplikasi kencan - termasuk Tinder, Bumble, hingga OKCupid - biasanya menawarkan feed yang dapat kita personalisasi. Seorang pengguna bisa saja mengecualikan orang yang hanya mencari hubungan seks kasual atau yang jarak usianya terlalu jauh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam melakukan swipe right (menyukai profil calon pasangan), penyaringan melalui foto profil dan biodata menjadi sangat penting. Apabila foto dan biodata seseorang tampak tidak jelas atau palsu, hal ini perlu menjadi red flags (pertanda buruk yang sebaiknya kita hindari).
Aplikasi seperti Tinder dan Bumble kini juga memiliki fitur lencana atau tanda khusus bagi mereka yang telah melakukan verifikasi identitas - mirip dengan saat kita mendaftar akun bank digital atau e-wallet.
Setelah kita match (saling menyukai) dan ngobrol dengan pengguna lain, lalu memutuskan untuk bertemu secara langsung, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi risiko negatif.
Di antaranya, kita bisa menceritakan secara detail tempat pertemuan kencan kita kepada teman dan/atau keluarga, atau membagikan lokasi langsung (live location). Jika ada hal buruk terjadi, teman dan/atau keluarga menjadi lebih mudah dalam memberikan pertolongan.
Hal yang juga perlu menjadi perhatian pengguna, khususnya anak muda, adalah mengatur ekspektasi di dunia kencan daring. Melakukan kencan daring bisa memberikan kita perasaan puas dan menyenangkan apabila bertemu dengan orang yang sesuai dengan preferensi personal kita.
Namun, tak jarang ini dapat berujung pada perasaan stres, frustrasi, atau bahkan meragukan diri sendiri (self-loathing) akibat penolakan atau pelecehan. Pengguna perlu "beristirahat" dan mencari kegiatan lain untuk menjaga kondisi mentalnya. Tidak menutup kemungkinan, kita juga bisa mengakses fasilitas kesehatan mental - misalnya bercerita ke psikolog - terkait masalah yang kita hadapi dalam menggunakan aplikasi kencan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!