Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bahaya Kencan Online Ancam Remaja Indonesia, Ini Cara Menghindarinya

📅 Senin, 13 Feb 2023, 13:48 WIB | Oleh: Tim Penulis

Tips untuk Orang Tua

Selain remaja, orang tua juga perlu memahami potensi risiko kencan daring yang dapat terjadi pada anak mereka. Orang tua merupakan salah satu aktor penting dalam pembentukan perilaku dan pemahaman pada remaja, selain teman sebaya.

Orang tua perlu memahami, misalnya, bahwa remaja sangat mungkin memulai inisiasi dan eksplorasi terkait seksualitas - terlebih di zaman kencan daring. Tapi, di sisi lain, pastikan juga bahwa anak sudah mencapai usia dewasa atau usia pengambilan keputusan (age of consent). Aplikasi seperti Tinder dan Bumble, misalnya, mensyaratkan pengguna minimal berusia 18 tahun.

Mengingat salah satu potensi risiko kencan daring adalah perilaku seksual berisiko, orang tua perlu hadir sebagai teman dan membuka keran diskusi terkait isu seksualitas yang selama ini mungkin tertutup karena dianggap tabu.

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, sedikit sekali remaja perempuan mendapat informasi tentang pubertas, misalnya, dari ayah (1,7%) dan ibu (17,3%). Angkanya bahkan lebih rendah lagi untuk remaja laki-laki, baik dari ayah (1,7%) ataupun ibu (3,9%).

Selain karena dianggap tabu, masih banyak orang tua yang menganggap anaknya belum siap menerima informasi terkait isu seksualitas, atau bingung bagaimana menyampaikan isu ini kepada anak mereka.

Padahal, ada banyak sumber yang bagus di internet yang bisa membantu orang tua berdiskusi mengenai seksualitas dengan anak mereka. Di antaranya adalah panduan yang dikembangkan tim peneliti La Trobe University yang telah lama dipakai di Australia.

Seperti dua sisi mata koin, aplikasi kencan membawa manfaat sosial sekaligus risiko buruk.

Tapi, yang jelas, orang tua sebaiknya tidak menghakimi anak mereka yang menggunakan aplikasi kencan. Sebaliknya, mereka perlu terbuka berdiskusi mengenai ekspektasi dan risiko yang akan dihadapi anak mereka dalam kencan daring.The Conversation

Andhika Ajie Baskoro, Researcher, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.