Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TNI Akan Melakukan Pengamanan Terbatas di Laut Natuna Utara

📅 Sabtu, 11 Feb 2023, 00:00 WIB | Oleh:
TNI Akan Melakukan Pengamanan Terbatas di Laut Natuna Utara Doc: ISTIMEWA
Ket. Tentara AS dan TNI dalam latihan militer bersama “Super Garuda Shield 2022” di Baturaja, Sumatera Selatan, baru-baru ini.

JAKARTA - Situasi konflik di Laut Tiongkok Selatan (LTS) mendapat perhatian khusus dari pemerintah Indonesia, termasuk TNI. Mulai tahun ini, TNI akan mengadakan operasi pengamanan terbatas di Laut Natuna Utara yang berbatasan dengan LTS.

"Kalau yang lalu ada pengamanan terbatas (pamtas), tapi kan dari operasi-operasi lain dipusatkan di situ," kata Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, usai menutup rapat pimpinan TNI, di Jakarta, Kamis (9/2).

Untuk yang saat ini, tambah Panglima TNI, sudah ada operasi tersendiri, judulnya Pamtas di Laut Natunan Utara dan Markas Gugus Tempur Laut sudah ada di sana dan sudah aktif. Tentunya TNI tetap fokus melaksanakan pengamanan di Laut Natuna Utara.

Dilansir oleh Voice of America, Yudo menegaskan sampai saat ini tidak ada pelanggaran wilayah di Laut Natuna Utara oleh kapal-kapal asing. Yang disebut pelanggaran wilayah itu adalah jika ada kapal atau pesawat militer negara lain yang masuk ke laut teritorial, yakni sekitar 12 mil dari pulau terluar.

Namun, kalau kapal dari negara lain hanya melakukan manuver di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), sejak 300 mil dari pulau terluar, menurut Yudo, tindakan itu bukan pelanggaran wilayah kedaulatan Indonesia karena ZEE merupakan daerah bebas navigasi bagi kapal-kapal asing.

Pelanggaran Kedaulatan

Meskipun demikian, bila ada kapal asing melintas di wilayah ZEE Indonesia dan mengambil sumber daya di sana, itu termasuk pelanggaran kedaulatan.

Yudo menambahkan TNI akan mengadakan koordinasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk merancang latihan bersama Garuda Shield yang lebih luas aspeknya. Bukan sekadar latihan, tapi juga aspek perencanaannya dan mesti disesuaikan dengan konstelasi geografi Indonesia dalam konteks pertahanan negara.

Peneliti perbatasan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sandy Raharjo, menilai pengamanan di Laut Natuna Utara yang dilakukan pemerintah Indonesia relatif bagus berdasarkan kapasitas yang dimiliki Indonesia.

"Dari berbagai sumber daya yang kita miliki dalam konteks alutsista dan lain-lain, banyak sumber daya yang kita alokasikan untuk menjaga pengamanan wilayah di laut Natuna Utara tersebut dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain yang punya potensi sengketa, tapi tidak seintens di Laut Tiongkok Selatan, misalnya di ujung Laut Sulawesi," ujar Sandy.

Hal itu, menurut Sandy, sudah menunjukkan pemerintah memiliki kemauan politik yang bagus untuk menjaga kedaulatan wilayah Laut Natuna Utara yang memang berbatasan dengan wilayah sengketa Laut Tiongkok Selatan.

Menurutnya, mengingat Tiongkok memegang aturan yang diklaimnya berlaku yaitu nine baseline atau sembilan garis putus-putus; sementara pemerintah Indonesia juga mempunyai pegangan sendiri berdasarkan hukum laut internasional maka perlu ada aturan bersama yang disepakati oleh negara-negara yang berada di sekitar wilayah Laut Tiongkok Selatan.

Rumusan aturan bersama itu sudah lama dibahas, namun belum disepakati oleh negara-negara yang bersengketa, sedangkan Tiongkok menginginkan perjanjian bilateral karena posisi tawarnya menjadi lebih besar. Selama aturan bersama itu belum disepakati dan dijalankan, patroli atau uji persenjataan di Laut Tiongkok Selatan berpotensi mempercepat peningkatan ketegangan di sana.

Menurut Sandy, terkait konflik Laut Tiongkok Selatan, pemerintah Indonesia perlu mulai beralih dari manajemen konflik menjadi resolusi konflik. Namun, dia me_ngakui untuk menuju ke tahap resolusi konflik masih sangat sulit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.