Sebelum Hari Valentine, Pahami Dulu Arti Cinta dan Hasrat dari Dewa Cupid
📅 Sabtu, 11 Feb 2023, 15:30 WIB | Oleh: Tim PenulisSalah satu segmen yang paling berkesan dari dialog ini adalah ketika pembicara Aristophanes menggambarkan asal-usul Eros dengan humor. Dia menjelaskan bahwa semua manusia dulunya adalah dua orang yang digabungkan menjadi satu. Para dewa menghukum manusia karena kesombongan mereka dengan memisahkan mereka menjadi individu-individu. Jadi, hasrat sebenarnya adalah kerinduan untuk menjadi utuh kembali.
Bermain dengan Dewa Cupid
Saat ini mungkin sudah biasa untuk mengatakan bahwa kita adalah apa yang kita cintai, tetapi bagi para filsuf kuno, kita adalah apa dan bagaimana kita mencintai. Hal ini diilustrasikan dalam salah satu kisah Cupid Romawi yang paling berkesan yang menggabungkan unsur-unsur nafsu dengan refleksi filosofis.
Dalam kisah ini, penulis Afrika Utara abad kedua, Apuleius, menempatkan Cupid sebagai pusat novel Latinnya, "The Golden Ass." Karakter utama dalam novel ini, seorang lelaki yang berubah menjadi keledai, menceritakan bagaimana seorang perempuan tua menceritakan kepada pengantin perempuan yang diculik, Charite, kisah tentang bagaimana Cupid mengunjungi Psyche muda di malam hari dalam kegelapan kamarnya. Ketika dia mengkhianati kepercayaannya dan menyalakan lampu minyak untuk melihat siapa dia, dewa itu terbakar dan melarikan diri. Psyche harus mengembara dan menyelesaikan tugas yang hampir mustahil untuk Venus sebelum dia diizinkan untuk bersatu kembali dengannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penulis-penulis setelahnya menjelaskan kisah ini sebagai alegori tentang hubungan antara jiwa manusia dan hasrat. Interpretasi agama Kristen dibangun di atas gagasan ini, melihatnya sebagai kisah yang merincikan bagaimana kejatuhan jiwa karena adanya godaan. Pendekatan ini, bagaimanapun, mengabaikan bagian plot di mana Psyche diberikan keabadian untuk tetap berada di sisi Cupid dan kemudian melahirkan seorang anak bernama "Pleasure" (kesenangan).
Pada akhirnya, kisah Apuleius adalah pelajaran tentang menemukan keseimbangan antara tubuh dan jiwa. "Pleasure" lahir bukan dari kencan malam yang rahasia, tetapi dari rekonsiliasi perjuangan pikiran dengan masalah hati.
Cupid modern kita memiliki nilai lebih. Namun, pemanah cilik ini berasal dari tradisi panjang tentang pergulatan dengan kekuatan yang memberikan begitu banyak pengaruh atas pikiran fana. Menelusuri jalan sejarahnya melalui mitos Yunani dan Romawi menunjukkan pentingnya memahami kesenangan dan bahaya dari hasrat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Zalfa Imani Trijatna dari Universitas Indonesia menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.![]()
Joel Christensen, Professor of Classical Studies, Brandeis University
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!