Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Khawatir Meningkatnya Rivalitas di Indo-Pasifik

📅 Jumat, 10 Feb 2023, 00:02 WIB | Oleh:
RI Khawatir Meningkatnya Rivalitas di Indo-Pasifik Doc: BPMI SETPRES/LUKAS
Ket. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, mengatakan Indonesia khawatir terhadap meningkatnya rivalitas di kawasan Indo-Pasifik. Dinamika dan kompetisi di antara kekuatan-kekuatan utama di kawasan, juga keamanan maritim, baik di Asean maupun Pasifik harus dikelola dengan baik.

"Jika tidak dikelola dengan baik, rivalitas tersebut dapat menjadi konflik terbuka yang sangat berdampak terhadap kawasan," kata Retno dalam pengarahan pers secara virtual dari Canberra, Kamis (9/2).

Menlu Retno mengatakan Indonesia dan Australia telah membahas isu pertahanan dan keamanan di kawasan dalam pertemuan 2+2 menteri luar negeri dan menteri pertahanan dari kedua negara.

Pertemuan yang digelar pada Rabu (8/2) itu dihadiri oleh Retno, Menhan RI Prabowo Subianto, Menlu Australia Penny Wong, dan Menhan Australia Richard Marles. Retno mengatakan pertemuan tersebut sangat penting untuk membahas sejumlah isu.

Seperti dikutip dari Antara, Menlu Retno mengatakan Indonesia juga terus mengajak Australia agar bersama-sama dapat menjadi kekuatan yang mendukung dalam menjaga kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan sejahtera.

Turunkan Ketegangan

Menlu Retno juga menyampaikan kembali cara pandang di Indo- Pasifik, yang mengedepankan kerja sama inklusif di bidang ekonomi dan pembangunan, alih-alih kompetisi dan rivalitas. "Harapannya dengan kerja sama inklusif, ketegangan ini dapat diturunkan," ujar Retno.

Pada pertemuan 2+2 itu, Retno juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, terutama UNCLOS 1982, untuk menjadikan laut sebagai kekuatan yang mendukung perdamaian dan kemakmuran.

Pernyataan tersebut salah satunya mengacu pada sengketa di Laut Tiongkok Selatan (LTS), yang hingga saat ini masih terus berlangsung, bahkan diwarnai oleh ketegangan AS-Tiongkok yang kian meningkat.

Tiongkok, yang mengeklaim sebagian besar LTS berada di bawah kedaulatannya, semakin agresif dari waktu ke waktu, salah satunya dengan melakukan reklamasi pulau yang membuat hubungannya dengan beberapa negara anggota Asean semakin panas.

Selain Tiongkok, setidaknya ada lima negara lain yang terlibat sengketa di LTS, yakni Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia, Vietnam, dan Taiwan. Untuk itu, Retno berharap dukungan Australia untuk menciptakan kondisi yang kondusif di kawasan itu.

"Terkait kebijakan pertahanan dan keamanan, saya tegaskan bahwa upaya kita untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan nasional harus dilakukan sebagai building block dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian di kawasan yang lebih luas," tuturnya.

Indonesia, kata Retno, juga menyampaikan kembali pentingnya transparansi kerja sama AUKUS, pakta pertahanan trilateral antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.