Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden: Konten Recehan Sensasional Korbankan Kualitas Jurnalisme Autentik

📅 Jumat, 10 Feb 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Kepala Negara juga meminta semua pihak, baik lembaga pemerintah di pusat dan daerah, BUMN, perusahaan swasta, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mendukung keberadaan media arus utama.

"Memang untuk bisa eksis secara berkelanjutan, media arus utama harus melakukan inovasi-inovasi, harus adaptif terhadap teknologi dan melakukan langkah-langkah strategis. Namun, media massa tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Pemerintah dan semua pemangku kepentingan harus memberikan dukungan," tegas Presiden.

Pilar Keempat Demokrasi

Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengajak para insan pers untuk mengedepankan praktik jurnalisme sehat di tengah banyaknya informasi bohong (hoaks) yang menyebar di masyarakat.

"Di tengah 'banjir bandang' informasi, terutama dari media sosial, pers nasional harus semakin menguatkan posisinya sebagai clearing house, sehingga publik tidak terombang-ambing oleh desas-desus dan berita hoaks," kata Puan.

Puan juga mengajak masyarakat mendukung jurnalisme sehat dan berkualitas demi kemajuan pers nasional. Pers nasional, katanya, mutlak memiliki kualitas dan independensi karena pers adalah pilar keempat demokrasi.

"Publik harus diajak berpikir kritis dan substantif sehingga kehadiran pers nasional memperkuat dan menyehatkan demokrasi," papar Puan.

Dia juga mengajak masyarakat mendukung eksistensi pers nasional yang sehat dan berkualitas, dengan melakukan beberapa cara, salah satunya dengan berlangganan media-media massa yang sudah terbukti memiliki tradisi jurnalisme yang baik.

Dosen dan pengamat komunikasi politik UGM, Nyarwi Ahmad, mengakui bahwa media saat ini begitu bergantung pada raksasa digital sehingga dituntut untuk adaptif. "Media memang harus adaptif, termasuk pekerja media juga harus adaptif terhadap perkembangan komunikasi-komunikasi digital hari ini. Adaptasi ini menentukan seberapa media akan survive, baik secara ekonomi, politik, maupun sosial," paparnya.

Kendati demikian, hasil survei IPS pada 2022 memperlihatkan tingkat kepercayaan masyarakat secara umum terhadap media mainstream masih lebih tinggi dibanding media sosial. Mayoritas publik dalam survei tersebut sangat/cukup percaya pada media formal, TV, radio dan koran, serta lebih percaya pada jenis media tersebut dibandingkan dengan media sosial.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 74,4 persen masyarakat percaya pada media formal, sementara media sosial hanya 12,7 persen, sehingga media mainstream tetap menjadi acuan utama.

Sementara itu, pengamat sosial dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan pers nasional harus tegar dan konsisten dalam berkarya menghadapi tantangan baru seperti yang disampaikan Presiden.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.