Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WALHI: Perlu Payung Kebijakan Guna Mitigasi Hadapi Krisis Iklim

24 Kamis, 09 Feb 2023, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
WALHI: Perlu Payung Kebijakan Guna Mitigasi Hadapi Krisis Iklim WALHI: Perlu Payung Kebijakan Guna Mitigasi Hadapi Krisis Iklim Doc: ANTARA/Devi Nindy
Ket. Tangkapan layar Eksekutif Nasional WALHI Uslaini Chaus dalam webinar "Darurat Bencana Hidrometeorologi: Komitmen Implementasi Kebijakan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim" di Jakarta, Rabu (8-2-2023).

Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) memandang perlu adanya payung kebijakan yang dapat menjadi acuan untuk gerakan adaptasi dan mitigasi dalam menghadapi krisis iklim.

"Gerakan tersebut masih banyak tantangan karena belum adanya UU Perubahan Iklim yang bisa jadi acuan dan payung kebijakan untuk aksi yang dilakukan guna capai target yang ditetapkan," kata Eksekutif Nasional WALHI Uslaini Chaus dalam webinarDarurat Bencana Hidrometeorologi: Komitmen Implementasi Kebijakan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklimdi Jakarta, Rabu (8/2).

WALHImemandang perlumendorong tanggung jawab pelaku usaha yang berkontribusi besar menyumbang emisi CO2 yang memicu terjadinya krisis iklim yang telah menjadi bencana bagi masyarakat dunia, khususnya masyarakat yang berada di pulau kecil, seperti Kepulauan Seribu di Jakarta.

Seperti dengan melakukan gugatan bersama perwakilan masyarakat terdampak krisis iklim di Pulau Pari Kabupaten Kepulauan Seribum guna membangun kesadaran publik tentang krisis iklim dan penting agar semua orang peduli dan ikut ambil bagian.

Menurut dia, meningkatnya kejadian bencana ekologis seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan abrasi pantai akibat kerusakan lingkungan dan krisis iklim juga perlu menjadi perhatian.

Uslainimenegaskan bahwa Pemerintah harus menghentikan proyek-proyek pembangunan dan investasi--yang katanya--sebagai solusi atas krisis iklim. Namun, kenyataannya makin memperparah keadaan.

Salah satu yang menjadi sorotan WALHI adalah proyekfood estateyang memicu deforestasi dan alih fungsi lahan, yang justru mengalami gagal tanam dan gagal panen karena ketidaksesuaian lahan dan komoditas yang dibudidayakan.

Hal tersebut, kata dia, bukannya meningkatkan upaya mitigasi dan adaptasi, melainkan justru berkontribusi pada pelepasan karbon dan mengganggu kestabilan lingkungan.

Ia mengemukakan bahwa program untuk mitigasi perubahan iklim seperti FoLU Net Sink dan peningkatan pencapaian NDC (Nationally Determined Contribution) yang ambisius hendaknya menyelaraskan dengan kebijakan pemerintah. Dengan demikian, pengalihfungsian hutan dan mangrove untuk proyek pembangunan strategis tertentu tidak terjadi lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...

LA Lakers Bangkit Kalahkan LA Clippers

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
LA Lakers Bangkit Kalahkan ...

Janice Tjen Juarai Ganda Putri Japan Open 2026

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Juarai Ganda Pu...
Daerah
Asap Karhutla Pekat Menyeli...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.