Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Miliki Peluang Besar di Pengangkutan Barang melalui Udara

📅 Rabu, 08 Feb 2023, 16:21 WIB | Oleh:
Indonesia Miliki Peluang Besar di Pengangkutan Barang melalui Udara Doc: Istimewa.
Ket. Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja saat memberikan paparan pada acara Canada Special Mission Aircraft Seminar. 

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Perhubungan yang juga Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA), Denon Prawiraatmadja melaporkan hingga Juni 2022, kargo udara terkontraksi sekitar 12 persen, lebih baik ketimbang penerbangan penumpang yang terkontraksi 32 persen. Secara umum, aktivitas penerbangan terkontraksi 28 persen.

Dia menjelaskan ada beberapa peluang dan kesempatan yang dapat dimanfaat oleh maskapai untuk bisa mengembangkan angkutan kargo di Indonesia. Diantaranya Indonesia berbentuk kepulauan, dengan hal tersebut transportasi orang dan barang (kargo) lebih banyak dilakukan dengan menggunakan pesawat.

"Lalu, dalam scoope yang lebih besar, Indonesia terletak di antara dua benua sehingga dapat dikembangkan bisnis transshipment kargo,' kata Denon dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/2).

Selain peluang itu, kata Denon, Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi dan PDB yang cukup bagus. Dalam periode 2016 - 2045, Pemerintah Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi 5,7 % per tahun, sehingga Indonesia mampu menjadi negara dengan perekonomian no. 4 terbesar di dunia pada 2045.

"Dan peluang selanjutnya jumlah usaha e-Commerce di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 2.868.178 usaha, meningkat 22% dari 2.361.423 usaha di tahun 2020. Sebanyak 68% produk E-commerce dikirim ke pembeli, di mana 55% dikirim ke dalam Pulau Jawa dan sisanya ke luar Pulau Jawa," katanya.

Infrastruktur Penerbangan

Terakhir, kata Denon, infrastruktur penerbangan semakin baik. Dimana saat ini terdapat 252 bandara dan rencana pembangunan 50 bandara baru. Jumlah rute penerbangan saat ini adalah 351 rute domestik menuju 128 kota tujuan dan 126 rute internasional menuju 54 kota luar negeri.

"Pada posisi geografis Indonesia yang berada di antara dua benua dapat dikembangkan untuk bisnis transshipment kargo menggantikan Singapura. Bandara yang dapat dikembangkan untuk transshipment kargo adalah di Bali dan IKN," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.