Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Brasil akan Menenggelamkan Kapal Induk Kebanggaan

📅 Jumat, 03 Feb 2023, 18:27 WIB | Oleh:
Brasil akan Menenggelamkan Kapal Induk Kebanggaan Doc: Istimewa
Ket. São Paulo, kapal induk kelas Clemenceau yang dibuat pada tahun 1957, sudah tidak beroperasi selama hampir satu dekade.

RIO DE JANEIRO - Sebuah kapal induk milik Brasil yang telah non aktif, baru-baru ini ditarik berputar-putar di lepas pantai negara Samba itu setelah tidak mendapat izin untuk berlabuh di Turki untuk didaur ulang. Tidak ada negara yang mau menerima kapal itu.

Dilansir oleh The New York Times, Angkatan Laut Brasil, dilaporkan berencana untuk menenggelamkan São Paulo, kapal induk kelas Clemenceau yang dibeli dari Prancis pada tahun 2000 seharga 12 juta dolar AS, belum termasuk pesawat dan helikopter. Para pecinta lingkungan mengatakan bahwa hal itu akan menyebabkan kerusakan lingkungan yang tidak dapat diperbaiki dan dapat menjadi pelanggaran hukum internasional.

"Benar-benar tidak dapat dijelaskan dan tidak rasional" untuk menenggelamkan kapal, kata Jim Puckett, Direktur Basel Action Network, sebuah kelompok nirlaba lingkungan yang berbasis di Seattle, yang berfokus pada perdagangan global zat beracun.

Kisah kematian São Paulo dimulai ketika sebuah perusahaan Turki bernama Sok Denizcilik membeli kapal tersebut dengan harga lebih dari 1,8 juta dolar AS dalam lelang pada tahun 2021. Tujuannya adalah untuk mendaur ulang kapal, membuang limbahnya secara bertanggung jawab sambil menghasilkan keuntungan dan menjual berton-ton logam beracun yang dikandungnya.

Tetapi rencana perusahaan Turki itu mendapat protes dari kelompok lingkungan yang mengatakan kapal itu membawa lebih banyak bahan berbahaya daripada yang diungkapkan perusahaan.

Kapal sepanjang 873 kaki, yang bertugas di Angkatan Laut Prancis dengan nama Foch dari tahun 1963 hingga dijual pada tahun 2000 ini, tidak beroperasi selama kurang lebih satu dekade.

"Beberapa kompartemennya telah menghasilkan begitu banyak gas berbahaya sehingga sekarang tidak aman untuk dimasuki," katanya.

Beberapa dekade yang lalu, ketika kapal itu diletakkan, ada sedikit pemahaman dan mungkin kurang perhatian tentang masalah kesehatan yang parah yang dapat disebabkan oleh beberapa bahan konstruksi. Asbes, penghambat api yang biasa digunakan saat itu, belakangan ditemukan sebagai karsinogen yang kuat.

Kapal utama kelas tersebut, Clemenceau, dibongkar dan didaur ulang pada tahun 2000-an setelah pertikaian serupa dengan para pencinta lingkungan.

Pihak berwenang Prancis melaporkan temuan 45 ton asbes di kapal Clemenceau, tetapi kelompok lingkungan mengatakan mereka memiliki bukti bahwa kandungan asbes dikapal lebih besar. Kapal itu sedang dalam perjalanan ke India ketika pengadilan Prancis memerintahkannya untuk kembali ke perairan asalnya. Clemenceau akhirnya dimusnahkan di Inggris.

Sedangkan masalah dengan São Paulo dimulai ketika para pencinta lingkungan curiga karena pihak berwemang melaporkan kandungan asbes di kapal kurang dari 10 ton. Angkatan laut mengatakan, selama bertahun-tahun banyak asbes yang telah dibersihkan, tetapi para pencinta lingkungan meminta bukti. Tidak ada yang disajikan.

Maka, pada bulan Juli, para aktivis menghubungi Grieg Green, sebuah perusahaan Norwegia yang mengumpulkan inventaris bahan berbahaya kapal, yang dikenal sebagai I.H.M. Tanggapan tersebut mengkonfirmasi beberapa kecurigaan mereka.


"Selama survei onboard, berbagai tempat ditutup dan tidak dapat diakses oleh surveyor," balas Andreas Justad, manajer proyek.

Dia mengatakan jumlah asbes yang dilaporkan hanya perkiraan. "Ini bisa menjadi kesenjangan besar dari jumlah sebenarnya yang ada di kapal versus temuan di I.H.M.," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.