Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Khawatir dengan Tiongkok, Filipina Perluas Akses AS ke Pangkalan Militer

📅 Kamis, 02 Feb 2023, 12:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Khawatir dengan Tiongkok, Filipina Perluas Akses AS ke Pangkalan Militer Doc: ST/Reuters
Ket. Menhan AS Lloyd Austin bertemu dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. di Manila pada 2 Februari 2023.

MANILA - Amerika Serikat dan Filipina pada Kamis (2/2) menyetujui kesepakatan yang akan memberikan akses pasukan AS ke empat pangkalan militer di negara itu.

Sebuah pernyataan dari kementerian pertahanan Filipina mengatakan, Washington akan diberikan akses ke pangkalan tambahan di bawah Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang Ditingkatkan (EDCA) sejak 2014.

Kesepakatan untuk memperluas kerja sama itu diumumkan dalam kunjungan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin.

Kedua negara berusaha memperbaiki hubungan yang retak dalam beberapa tahun terakhir.

Ketegasan Tiongkok yang tumbuh di Taiwan dan klaimnya atas Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan juga memberikan dorongan baru bagi Washington dan Manila untuk memperkuat kemitraan mereka.

Mengingat kedekatannya dengan Taiwan dan perairan sekitarnya, kerja sama Filipina akan menjadi kunci jika terjadi konflik dengan Tiongkok.

Seorang jenderal bintang empat di Angkatan Udara AS telah memperingatkan bahwa bentrokan semacam itu bisa terjadi paling cepat tahun 2025.

"Ada kesepakatan untuk menunjuk empat lokasi tambahan baru," kata seorang pejabat Filipina kepada AFP sebelumnya.

Pembicaraan sedang berlangsung untuk potensi pangkalan kelima, tambah pejabat itu.

Kedua negara memiliki aliansi keamanan yang berusia puluhan tahun yang mencakup perjanjian pertahanan bersama dan pakta EDCA.

Perjanjian ini memungkinkan pasukan AS berputar melalui lima pangkalan Filipina, termasuk perairan yang dekat dengan wilayah sengketa.

Perjanjian ini juga memungkinkan militer AS menyimpan peralatan dan perlengkapan pertahanan di pangkalan-pangkalan tersebut.

Pakta EDCA terhenti di masa Presiden Rodrigo Duterte yang lebih menyukai Tiongkok daripada mantan penguasa kolonial negaranya.

Namun, pemerintahan baru Presiden Ferdinand Marcos Jr. sangat ingin mempercepat implementasinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.