Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jam Kiamat Maju 90 Detik Akibat Invasi Rusia, Ada Apa?

📅 Kamis, 02 Feb 2023, 12:17 WIB | Oleh:
Jam Kiamat Maju 90 Detik Akibat Invasi Rusia, Ada Apa? Doc: AP/Patrick Semansky
Ket. Pada 90 detik hingga tengah malam, Jam Kiamat menunjukkan tingkat ancaman yang disebabkan oleh manusia.

Pada 24 Januari, sejarah kembali dibuat ketika organisasi Bulletin of the Atomic Scientists' memajukan jarum detik Jam Kiamat atau Doomsday Clock mendekati tengah malam. Jam itu sekarang menunjukkan '90 detik menuju tengah malam,' menjadikan sebagai yang paling dekat dengan tengah malam yang menyimbolkan bencana global.

Pengumuman tersebut, diumumkan pada konferensi pers yang diadakan di Washington D.C., yang disampaikan dalam bahasa Inggris, Ukraina, dan Rusia. Pernyataan yang dirilis menggambarkan momen kita saat ini sebagai "masa bahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya" dalam sejarah.

Jarum jam kiamat diatur oleh Dewan Sains dan Keamanan Bulletin of the Atomic Scientists. Para ahli terkemuka ini berfokus pada bahaya yang ditimbulkan oleh ancaman bencana akibat ulah manusia, yang berasal dari risiko nuklir, perubahan iklim, ancaman biologis, dan teknologi disruptif.

Jam kiamat adalah gambaran paling gamblang dari ancaman yang disebabkan manusia, dan tindakan memajukan jam mengomunikasikan perlunya kewaspadaan yang jelas dan mendesak.

Untuk tahun 2021 dan 2022, jarum jam disetel pada 100 detik hingga tengah malam. Sejak latihan pengaturan waktu ini dimulai pada tahun 1947, pengumuman pada 24 Januari 2023 menjadikannya yang paling dekat dengan tengah malam - sebuah alarm yang jelas.

Ancaman dari waktu ke waktu

Sebaiknya Anda baca juga:

Pada tahun 1945, sekelompok ilmuwan yang bekerja di Manhattan Project - sebuah proyek penelitian senjata atom Amerika Serikat - bergabung bersama untuk membentuk Bulletin of the Atomic Scientists.

Pada akhir 1940-an, ancaman baru senjata atom membuat awan gelap menyelimuti dunia. Jam kiamat dimaksudkan sebagai peringatan bagi umat manusia tentang bahaya senjata nuklir; kemudian di abad ke-20 jam ini diperluas untuk mempertimbangkan ancaman buatan manusia lainnya.

Kubah plasma yang dihasilkan oleh ledakan senjata atom pertama pada 16 Juli 1945 selama penelitian Manhattan Project di New Mexico. (Shutterstock)

Pada tahun 1991, jam disetel pada 17 menit sebelum tengah malam, waktu terjauh dari hari kiamat. Langkah ini mengikuti runtuhnya Uni Soviet dan penandatanganan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis oleh Amerika Serikat dan Rusia. Pada 1990-an, dunia terasa lebih aman selama beberapa tahun.

Tahun 2010-an membawa dunia lebih dekat ke ambang perang nuklir daripada saat-saat lain selain saat ini.

Hubungan AS dengan kekuatan nuklir global lainnya seperti Rusia dan Tiongkok menjadi semakin tegang. Kesepakatan nuklir Iran dibiarkan begitu saja, memengaruhi geopolitik Timur Tengah. Ancaman dari persenjataan nuklir Korea Utara memasuki fase baru yang mengkhawatirkan. Seiring dengan retorika berbahaya dari mantan Presiden Donald Trump dan kebangkitan sayap kanan global, menjadikan 2020 sebagai dekade yang penuh gejolak.

Pada tahun 2023, krisis global yang saat ini kita hadapi memiliki konsekuensi yang sangat luas dengan efek yang berpotensi bertahan lebih lama. Momen kita saat ini tidak berkelanjutan, terutama karena ancaman bencana berlipat ganda dan meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Respons Pemprov Atas Aduan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Perkuat Pe...
Megapolitan
Urban Farming Hapus Citra B...
Luar Negeri
Trump Yakin Teheran Izinkan...
Luar Negeri
Jepang Layangkan Protes ata...
Nasional
Pemerintah Perlu Percepat E...
Rona
Spider-Man: Brand New Day 2...
Luar Negeri
Setelah AGI, Dunia Harus Si...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.