Inflasi Tahunan pada Januari 2023 Lampaui Target
Rabu, 01 Feb 2023, 13:49 WIBJAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) melambat secara tahunan menjadi 5,28 persen year on year (yoy) pada Januari 2023, dari 5,51 persen yoy pada Desember 2022. Meski demikian, angka tersebut masih jauh di atas target tahun ini sebesar 2-4 persen.
Secara bulanan, inflasi pada Januari 2023 mencapai 0,34 persen month to month (mtm). Inflasi pada Januari lalu disumbangkan oleh komoditas pangan seperti beras, cabai merah, ikan segar, dan cabai rawit.
Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Gedung 5 Kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/2), menjelaskan, terjadi peningkatan IHK dari sebesar 108,26 pada Januari 2022 menjadi 113,98 pada Januari 2023.
"Inflasi terbesar terjadi pada sektor transportasi sebesar 13,91 persen yoy dan memberi andil sebesar 1,67 persen," kata Margo.
Dia menjelaskan inflasi terbesar disumbangkan oleh komoditas bensin yang memberi andil sebesar 1,07 persen dan bahan bakar rumah tangga memberi andil 0,24 persen.
Selain itu, komoditas beras memberi andil sebesar 0,24 persen, tarif angkutan udara memberi andil 0,19 persen, rokok kretek filter memberi andil 0,17 persen, kontrak rumah memberi andil 0,12 persen, dan cabai merah memberi andil 0,11 persen.
"Inflasi tahunan Januari relatif masih tinggi karena merupakan akumulasi perubahan harga selama setahun terakhir, termasuk pascapenyesuaian harga BBM," kata Margo.
Dari 90 kota IHK di Indonesia, dia memaparkan terdapat 26 kota mengalami inflasi yang lebih rendah dibandingkan inflasi nasional, dan 60 kota mengalami inflasi yang lebih besar dibandingkan inflasi nasional.
Dia menjelaskan inflasi tertinggi berada di Kabupaten Kotabaru sebesar 7,78 persen yoy, yang disumbangkan oleh komoditas angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, bensin, rokok kretek filter dan bawang merah.
Dia mengungkapkan inflasi inti sebesar 3,27 persen yoy, atau lebih rendah dibandingkan Desember 2022 yang sebesar 3,36 persen, dan memberikan andil sebesar 2,14 pada inflasi Januari 2023.
Komponen harga yang diatur oleh pemerintah mengalami inflasi sebesar 12,28 persen yoy, atau lebih rendah dibandingkan Desember 2022 yang sebesar 13,34 persen, dan memberikan andil terbesar pada inflasi Januari 2023, yaitu sebesar 2,17 persen.
Selanjutnya, komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 5,71 persen, atau lebih tinggi dibandingkan Desember 2022 yang sebesar 5,61 persen, dan memberikan andil sebesar 0,97 persen pada inflasi Januari.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Disiplin Jadi Senjata Atlet Pelatnas Soft Tennis Indonesia
-
Inflasi 3,48 Persen Masuk Target, Kemendagri Soroti Harga Pangan Belum Stabil
-
Wakil Ketua Komisi VI DPR Menyatakan Stok BBM Aman karena Indonesia Punya Sumber Minyak Baru
-
Mulai Sistem Jatah Hingga Pengurangan Hari Kerja, Negara-negara Asia Tempuh Langkah Darurat Hadapi Kenaikan Harga Minyak karena Perang Iran
-
Prancis Ancaman Nyata Tim Thomas di Babak Grup
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
-
Buka Opsi Impor Minyak dari Russia meski Harga Lebih Tinggi, Bahlil: yang Penting Ada
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.