Tiongkok dan AS Bahas Pengurangan Tarif Barang Senilai Rp529 Triliun

Kamis, 21 Mei 2026, 01:00 WIB

Beijing – Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) sepakat membuka pembicaraan mengenai pengurangan tarif timbal balik terhadap barang senilai sedikitnya 30 miliar dollar AS atau sekitar 529 triliun rupiah untuk masing-masing pihak. Kesepakatan itu diumumkan Kementerian Perdagangan Tiongkok pada Rabu (20/5), beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing dan bertemu Presiden Xi Jinping.

Dilansir dari The Straits Times, dalam pernyataannya, Kementerian Perdagangan Tiongkok menyebut kedua negara akan membahas kerangka kerja pengurangan tarif melalui Dewan Perdagangan yang baru dibentuk. Barang-barang yang menjadi kepentingan bersama nantinya akan dikenakan tarif berdasarkan perlakuan most-favored nation (MFN) atau bahkan lebih rendah.

Ket. Foto: Kapal kargo pembawa kontainer berlabuh di pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok, Selasa (19/5). — Sumber: AFP/CN-STR/China OUT

“Dalam kerangka Dewan Perdagangan, kedua pihak sepakat untuk membahas perjanjian kerangka mengenai pengurangan tarif timbal balik pada produk dengan volume serupa, senilai 30 miliar dollar AS atau lebih untuk masing-masing pihak,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

Beijing menilai implementasi kesepakatan ini dapat membantu menstabilkan dan memperluas perdagangan bilateral antara dua ekonomi terbesar dunia sekaligus menjadi contoh kerja sama global yang lebih terbuka. Kedua negara juga disebut akan menjaga komunikasi erat dan segera memulai langkah implementasi konkret.

Hubungan dagang Tiongkok-AS sepanjang 2025 sempat memanas akibat perang tarif yang saling dibalas. Ketegangan mulai mereda setelah Trump dan Xi mencapai gencatan senjata perdagangan selama satu tahun dalam pertemuan di Korea Selatan pada Oktober lalu.

Meski demikian, analis Pinpoint Asset Management Zhiwei Zhang menilai potensi pengurangan tarif tersebut belum cukup besar untuk mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

“Meskipun demikian, ini adalah langkah positif ke arah yang benar. Selama kedua negara berdialog untuk menstabilkan hubungan bilateral, ini adalah kabar baik bagi investor global,” kata Zhang.

Selain pembahasan tarif, Kementerian Perdagangan Tiongkok juga mengumumkan pemulihan izin sejumlah eksportir daging sapi AS yang sebelumnya dicabut saat ketegangan perdagangan memuncak. Beijing juga mengonfirmasi rencana pembelian 200 pesawat Boeing, meski belum merinci jenis pesawat yang akan dibeli.

Di sektor strategis lain seperti unsur tanah jarang, kedua negara disebut akan bekerja sama menyelesaikan kekhawatiran masing-masing pihak secara “sah dan sesuai hukum”, meski belum ada detail lebih lanjut terkait pembatasan ekspor yang sebelumnya diterapkan Tiongkok.

Sepakati Tarif

Sementara itu di Eropa, Uni Eropa (UE) dan parlemen negara-negara anggotanya juga mencapai kesepakatan untuk mempercepat implementasi pakta perdagangan dengan AS. Kesepakatan itu diambil setelah Presiden Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru yang lebih tinggi jika ratifikasi tidak selesai sebelum 4 Juli.

Blok beranggotakan 27 negara tersebut sebelumnya telah menyepakati tarif 15 persen untuk sebagian besar barang Eropa dalam perjanjian di Turnberry, Skotlandia, pada Juli 2025. Namun implementasinya sempat tertunda karena perdebatan internal di parlemen UE.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyambut baik tercapainya kompromi tersebut.

“Bersama-sama, kita dapat memastikan perdagangan transatlantik yang stabil, dapat diprediksi, seimbang, dan saling menguntungkan,” ujar von der Leyen.

Kesepakatan itu juga mencakup revisi sejumlah klausul penting, termasuk penundaan penerapan klausul “sunset” hingga akhir 2029 dan penghapusan klausul “sunrise” yang sebelumnya diperdebatkan.

Meski mendapat dukungan mayoritas parlemen, sejumlah anggota legislatif UE masih menilai kesepakatan itu terlalu menguntungkan AS. Politikus Partai Hijau Uni Eropa Anna Cavazzini menyebut perjanjian tersebut “merugikan Uni Eropa”, walau di sisi lain diakui dapat menciptakan stabilitas ekonomi.

  • Kesepakatan Dagang

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.