Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
Senin, 20 Apr 2026, 18:40 WIBJAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau seluruh kepala daerah meningkatkan kesiapsiagaan mereka. Peningkatan kesiagaan ini khususnya dalam menghadapi potensi inflasi serta dampak krisis global.
Menurut dia, ketidakpastian kondisi ini berpotensi memengaruhi ekonomi masyarakat. Khususnya masyarakat kelompok berpenghasilan rendah.
Mendagri menyampaikan imbauan saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). Acara dilaksanakan di Kota Banda Aceh, Senin (20/4).
"Lebih dari 60 persen masyarakat kita itu peduli pada biaya hidup, terutama makanan. Ini tidak bisa ditunda," ujar Tito.
Menurut dia, inflasi saat ini bukan lagi sekadar isu makro, melainkan persoalan konkret yang dirasakan masyarakat sehari-hari. Kenaikan harga pangan, energi, dan logistik juga menjadi pemicu cepat tekanan sosial.
Bahkan, ia mengingatkan potensi dampak ekstrem jika inflasi tidak dikendalikan dengan baik. Menurutnya, persoalan yang tidak ditangani sejak dini akan merugikan banyak pihak.
"Kalau sudah meledak, mahal biayanya, bisa sampai kerusuhan, fasilitas publik rusak. Membangunnya lama, merusaknya sebentar," kata Mendagri Tito.
Mendagri juga menyoroti dinamika global yang masih penuh tantangan. Mulai dari konflik Russia-Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar.
Menurut dia, perkembangan tersebut turut memengaruhi harga energi global dan berdampak pada berbagai sektor. Karenanya, peran aktif pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga.
"Jangan autopilot. Jangan tunggu sampai masalah meledak," tegas dia.
Ia pun meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat kinerja. Mereka juga perlu koordinasi intensif dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memantau pergerakan harga secara real-time.
Mendagri menekankan, pengendalian inflasi dapat difokuskan pada dua aspek utama. Pertama, yaitu menjaga kecukupan pasokan dan kedua, kelancaran distribusi.
Tito menilai daerah yang memiliki basis produksi pangan kuat cenderung lebih tangguh dalam menghadapi tekanan ekonomi. Sementara, wilayah perkotaan yang bergantung pada pasokan dari luar perlu memperkuat strategi ketahanan pangan.
Berdasarkan pengalaman pandemi Covid-19, Mendagri menyampaikan, penguatan ketahanan pangan lokal menjadi langkah strategis. Urban farming, hidroponik, dan pemanfaatan lahan sempit di perkotaan, dapat menjadi solusi adaptif sekaligus peluang pemberdayaan masyarakat. ils/I-1
- Inflasi
- Mendagri
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pemkab Kotim Raih Penghargaan TP2DD Terbaik di Kalimantan
-
Terendah se-Jawa, Inflasi Jakarta September Terkendali
-
Pemkab Mimika Sediakan Tempat Parkir TJU untuk Warga
-
Wali Kota Bandung Ajak ASN Bandung Perangi Korupsi dan Konflik Kepentingan
-
Perusakan dan Pengupasan Kulit Pohon di Bandung
-
Tips Mengelola Bisnis Barang Daur Ulang
-
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.