Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peneliti: Kera Besar Berkomunikasi Melalui Bahasa Isyarat

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 20:21 WIB | Oleh:
Peneliti: Kera Besar Berkomunikasi Melalui Bahasa Isyarat Doc: BBC

LONDON - Manusia dapat memahami "tanda-tanda" atau isyarat yang digunakan simpanse dan bonobo liar untuk berkomunikasi satu sama lain. Kesimpulan itu didapat berdasarkan studi berbasis video, di mana para relawan menerjemahkan gerakan-gerakan kera.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti di Universitas St Andrews, Skotlandia, yang telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLOS Biology.

Studi tersebut menunjukkan bahwa nenek moyang terakhir manusia dan simpanse menggunakan gerakan yang sama, dan gestur itu adalah "titik awal" terciptanya bahasa manusia.

"Kita tahu bahwa kera besar - simpanse dan bonobo - memiliki sekitar 95 persen gerakan yang sama untuk berkomunikasi," kata peneliti utama Dr Kirsty Graham.

"Jadi kami sudah curiga bahwa ini mungkin gestur sama yang mungkin juga digunakan oleh nenek moyang terakhir kita. Kami cukup yakin sekarang bahwa nenek moyang kita mulai [berkomunikasi] dengan gestur, dan ini dikooptasi menjadi bahasa," imbuh dia.

Studi ini juga merupakan bagian dari misi ilmiah berkelanjutan untuk memahami asal-usul bahasa, dengan cara mempelajari komunikasi secara cermat pada sepupu kera terdekat kita.

Tim peneliti ini telah menghabiskan bertahun-tahun mengamati simpanse liar. Mereka sebelumnya menemukan bahwa kera besar menggunakan seluruh "kosakata" mereka dalam lebih dari 80 gerakan, masing-masing menyampaikan pesan kepada anggota lain dari kelompok mereka.

Pesan seperti "garuk saya" disampaikan dengan gerakan menggaruk yang panjang; pukulan pada mulut berarti "beri saya makanan itu" dan merobek potongan daun menggunakan gigi merupakan isyarat rayuan simpanse.

Menerjemahkan Kera

Para ilmuwan melakukan eksperimen ini dengan memutar video, karena pendekatan itu secara tradisional telah digunakan untuk menguji pemahaman bahasa primata pada manusia.

Dalam penelitian ini, mereka mengubah pendekatan untuk menilai kemampuan manusia memahami gerak tubuh kera-kera itu.

Para relawan menonton video-video yang menayangkan gerakan simpanse dan bonobo, lalu memilih jawaban dari daftar terjemahannya dalam soal pilihan ganda.

Ternyata, para peserta bisa memahami lebih baik dari yang diperkirakan. Mereka dapat menafsirkan lebih dari 50 persen gerakan simpanse dan bonobo secara benar.

"Kami sangat terkejut dengan hasilnya," kata Dr Catherine Hobaiter dari Universitas St Andrew. "Ternyata kita semua bisa menerjemahkannya mengandalkan naluri, ini luar biasa dari perspektif evolusi komunikasi tapi sekaligus menjengkelkan sebagai seorang ilmuwan yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk pelatihan soal bagaimana memahaminya," imbuh dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.