Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hukuman Balasan Bagi Para Penghianat

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 06:55 WIB | Oleh:
Hukuman Balasan Bagi Para Penghianat Doc: Istimewa

Kepala armada kapal Batavia, Francisco Pelsaert, kembali dari Batavia dengan rombongan penyelamat segera setelah itu. Dia melihat bahwa para pemberontak yang paling buruk ditangkap dengan cepat, dibawa ke Pulau Seal dan dihukum tangan kanan mereka dipotong sebelum setiap orang digantung di tiang gantungan.

Jeronimus Cornelisz wakil Pelsaert, dipotong kedua tangannya karena kejahatannya. Setelah tangannya dipotong, ia digantung pada 2 Oktober 1629. Dua orang sengaja didamparkan di daratan itu sebagai hukuman. Pelsaert berangkat sekali lagi ke Batavia dengan kapal Saardam.

Pada 5 Desember 1629, rombongan tersebut, termasuk 16 pemberontak, berhasil mencapai Batavia. Di sana para pemberontak diadili atas kejahatan mereka dan dieksekusi. Dari 340 orang penumpang Batavia ketika berangkat dari Belanda tahun sebelumnya, hanya sepertiga yang berhasil sampai ke Hindia Timur.

Atas jasanya dalam meredam pemberontakan, Wiebbe Hayes dipromosikan atas perbuatannya dalam menangkap Cornelisz. Reputasi Pelsaert sangat ternoda dan dia meninggal karena penyakit pada tahun 1630. Namun kisah-kisah tenggelamnya kapal Batavia dan peristiwa gila di pulau-pulau itu tersebar luas di koloni-koloni Belanda dan tanah air.

Jurnal Pelsaert yang merinci peristiwa tersebut diterbitkan secara luas pada tahun 1647 dan akan dicetak ulang sebanyak delapan kali. Pantai Australia Barat kemudian dikenal di kalangan pelaut Belanda sebagai ujung bumi yang keras dan tak kenal ampun. Itulah yang mendorong para pelaut Belanda menghindarinya dengan cara apa pun dan tidak tertarik menjajah Australia.

Kisah Batavia dihidupkan kembali pada tahun 1963 ketika bangkai kapal itu secara resmi ditemukan. Selama dua dekade berikutnya, penggalian arkeologi kapal dan berbagai tempat perkemahan telah mengisi kisah tragis para penyintas bangkai kapal. Proyek ini juga mengarah pada pembentukan banyak undang-undang warisan Australia dan aspek praktik terbaik dalam mencatat situs arkeologi.

Saat ini, bagian dari lambung kapal Batavia dapat dilihat di Museum Australia Barat di Fremantle. Artefak dari situs dibagi antara koleksi Museum Australia Barat, Museum Maritim Nasional Australia dan pemerintah Belanda. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.