Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Raksasa Ekonomi Asia Ini Diprediksi IMF Sumbang 50 Persen Pertumbuhan Global 2023

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 14:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dua Raksasa Ekonomi Asia Ini Diprediksi IMF Sumbang 50 Persen Pertumbuhan Global 2023 Doc: ANTARA/Agatha Olivia Victoria
Ket. Chief Economist and Director Research Department Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) Pierre-Olivier Gourinchas (tengah) dalam konferensi pers "World Economic Outlook Update" yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (31/01/2023).

JAKARTA - Chief Economist and Director Research Department International Monetary Fund/IMF (Dana Moneter Internasional) Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan bahwa Tiongkok dan India akan menyumbang setengah dari pertumbuhan global pada 2023.

Ekonomi dunia diproyeksikan bertumbuh sebesar 2,9 persen pada 2023 atau menurun dari kemungkinan pertumbuhan 3,4 persen dari 2022.

"Dengan ekonomi yang sekarang dibuka kembali, kami memproyeksikan pertumbuhan Tiongkok kembali menjadi 5,2 persen pada 2023, sedangkan India akan tumbuh 6,1 persen," ungkap Gourinchas dalam konferensi pers "World Economic Outlook Update" yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa.

Pembukaan kembali Tiongkok secara tiba-tiba membuka jalan bagi pemulihan aktivitas yang cepat dan kondisi keuangan global telah membaik karena tekanan inflasi mulai mereda. Hal itu dan melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dari level tertinggi November 2022 memberikan sedikit kelegaan bagi negara-negara berkembang.

Maka dari itu, ia menyebutkan negara pasar berkembang dan negara berkembang yang telah mencapai titik terendah sebagai sebuah kelompok, diperkirakan akan tumbuh secara moderat menjadi 4 persen pada tahun ini.

Sementara itu, gabungan pertumbuhan AS dan kawasan Euro hanya akan menyumbang 10 persen dari pertumbuhan global tahun ini.

Pertumbuhan Negeri Paman Sam diproyeksikan melambat menjadi 1,4 persen pada 2023 dari 2 persen pada 2022 akibat kenaikan suku bunga Bank Sentral AS, The Fed yang berhasil menembus perekonomian.

Kondisi kawasan Euro pun lebih menantang, lanjut Pierre, meskipun ada tanda-tanda ketahanan terhadap krisis energi musim dingin yang ringan dan dukungan fiskal yang besar.

"Dengan pengetatan kebijakan moneter dan guncangan negatif perdagangan karena kenaikan harga impor energi, kami perkirakan pertumbuhan kawasan Euro akan mencapai titik terendah sebesar 0,7 persen tahun ini," ucap dia.

Secara keseluruhan untuk negara maju, perlambatan akan lebih terasa dengan penurunan dari 2,7 persen pada tahun lalu menjadi 1,2 persen di tahun ini, di mana sembilan dari 10 ekonomi maju akan mengalami perlambatan pertumbuhan tahun ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.