Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Elang Jawa Dipasangi GPS sebelum Dilepas di TSI Bogor

📅 Senin, 30 Jan 2023, 17:55 WIB | Oleh:
Dua Elang Jawa Dipasangi GPS sebelum Dilepas di TSI Bogor Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
Ket. Poster pelepasliaran elang jawa di area Taman Safari Indonesia, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (30/1).

KABUPATEN BOGOR - Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) memasang alat sistem pemosisi global atau GPS pada dua ekor elang jawa yang dinamai Jelita dan Parama sebelum dilepas di area Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (30/1).

"Dalam kegiatan hari ini kita melepaselang Parama dan Jelita yang dipasangi GPS. Kami menggunakan GPS kepada elang jawa untuk melacak pergerakannya," kata Peneliti TNGHS, Cici Nur Fatimah saat pelepasan Jelita dan Parama.

Menurutnya, pemasangan alat GPS seberat 21 gram itu untuk keperluan penelitian, sehingga dapat mengetahui secara jelas kemana saja seekor elang jawa bergerak.

"Kita ingin mengetahui di jam-jam tertentu dia kemana, pagi, siang dia kemana. Di karakteristik vegetasi mana dia mau mencari makan," kata Cici yang merupakan mahasiswi doktoral di Kyoto University, Jepang.

Ia menjelaskan, selama ini pelacakan pergerakan elang jawa dilakukan dengan pengamatan secara langsung ataupun melalui radio. Teknik pelacakan melalui GPS ini, kata dia, merupakan pertama kali dilakukan di Indonesia, dengan memanfaatkan satelit.

"Pertama kalinya pemasangan GPS pada elang jawa bernama Iskandar dilakukan pada Januari 2022. Kita lepasdi Halimun Gunung Salak. Dan melalui pemasangan GPS tersebut kita berhasil mendapatkan data kemana saja Iskandar pergi, dan di mana saja dia mencari makan," paparnya.

Cici menerangkan bahwa alat GPS dipasang di bagian belakang kepala Jelita dan Parama dengan menggunakan tali. Tali tersebut diyakini sangat aman dan tidak melukai tubuh elang jawa.

"Baterai GPS ini digunakan kurang lebih tiga tahun. Mudah-mudahan Parama dan Jelita sehat terus. GPS ini juga menggunakan solar panel, jadi tidak perlu di-charge. Tinggal pakai daya matahari," kataCici.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS), PT Smelting, dan Taman Safari Indonesia (TSI) melepassepasang elang jawa yang dinamai Jelita dan Parama di area TSI Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.

"Kedua individu ini dilepassecara bersama ke habitat alamnya di bentang alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango setelah keduanya menjalani proses habituasi di Taman Safari Indonesia," kata Kepala Balai TNGHS, Wasja usai pelepasan elang jawa.

Menurutnya, elang jawa yang dilepaskali ini berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, Jelita dan Parama dipasangi sistem pemosisi global atau GPS seberat 21 gram.

Wasja menjelaskan, Parama merupakan seekor elang jawa hasil pembiakan di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) Loji Balai TNGHS yang diberi nama langsung oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya. Parama merupakan hasil indukan Rama dan Dygtha yang menetas di Balai TNGHS pada 8 Juli 2020. Usia Parama saat ini sudah menginjak 2 tahun 7 bulan.

Sedangkan Jelita seekor elang jawa betina hasil pembiakan di TSI. Jelita merupakan hasil indukan Rizka dan Hanum yang menetas telurnya pada 14 Oktober 2020 dengan bobot awal 49,4 gram. Usia Jelita saat ini menginjak 2 tahun 4 bulan.

"Pemantauan perilaku dilakukan secara bersama, antara perawat satwa TSI, dan PSSEJ yang menekankan pada lima kriteria dan indikator yang selama ini diterapkan untuk melihat kesiapan elang untuk dilepas," ujarWasja.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.