Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Turki Perdebatkan Nasib Jutaan Anjing Liar

📅 Senin, 29 Jul 2024, 09:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Turki Perdebatkan Nasib Jutaan Anjing Liar Doc: Daily Mail/Anadolu
Ket. Anjing-anjing liar dibungkus selimut hangat yang diberikan oleh pecinta hewan, tertidur di pintu masuk pusat perbelanjaan di distrik Bakirkoy, Istanbul, Turki.

ISTANBUL - Parlemen Turki pada hari Minggu (28/7) memulai perdebatan emosional mengenai undang-undang yang bertujuan untuk menekan jutaan anjing liar yang menurut para penentang dapat menyebabkan eutanasia hewan besar-besaran.

Pemerintah memperkirakan ada empat juta anjing liar, dan undang-undang yang akan dibahas selama beberapa hari, akan mengizinkan pembunuhan hewan yang sakit dan hewan yang "berperilaku negatif".

Denda maksimum untuk menelantarkan anjing akan ditingkatkan 30 kali lipat menjadi 60.000 lira ($1.800).

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan sebelum debat, Turki menghadapi masalah "yang tidak ada duanya di negara beradab" yang "tumbuh secara eksponensial". Meningkatnya jumlah kasus rabies khususnya membuat pemerintah khawatir.

Namun, pihak berwenang membantah bahwa mereka menginginkan eutanasia massal. Erdogan mengatakan orang-orang menginginkan "jalan yang aman".

Kelompok hak asasi hewan menyerukan kampanye sterilisasi massal dan partai-partai oposisi berjanji untuk melawan undang-undang tersebut, bahkan jika undang-undang tersebut disahkan dalam kondisinya saat ini.

Partai Rakyat Republik, yang menguasai Istanbul dan kota-kota besar lainnya, mengatakan, wali kotanya tidak akan menerapkan hukum tersebut. Aksi demonstrasi digelar dalam beberapa minggu terakhir, termasuk di dalam gedung parlemen.

Pemerintah mengatakan, wali kota yang menolak untuk melaksanakan undang-undang tersebut dapat dipenjara. Dan melarang akses pengunjung ke gedung parlemen untuk menghindari protes.

Perdebatan tersebut telah menghidupkan kembali diskusi tentang tindakan tahun 1910 di bawah otoritas Ottoman ketika puluhan ribu anjing liar ditangkap di Istanbul dan dikirim ke pulau terpencil di Laut Marmara.

Anjing-anjing itu saling memakan dan sebagian besar mati karena kelaparan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.