Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cuaca Ekstrem Melanda Afghanistan, Lebih dari 160 Orang Tewas Kedinginan

📅 Sabtu, 28 Jan 2023, 10:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cuaca Ekstrem Melanda Afghanistan, Lebih dari 160 Orang Tewas Kedinginan Doc: VOA/AFP
Ket. Sejumlah anak Afghanistan duduk di dekat api unggun di sepanjang jalan pada musim dingin di Kabul, 30 Desember 2022.

JAKARTA - Lebih dari 160 warga Afghanistan tewas akibat kedinginan di saat musim dingin terburuk lebih satu dekade terakhir melanda negara tersebut, kata pihak berwenang pada Kamis (26/1). Warga Afghanistan disebut tidak mampu membeli bahan bakar untuk menghangatkan rumah pada suhu yang berada di bawah titik beku.

Suhu terendah dalam musim dingin terdingin dalam 15 tahun terakhir ini menyentuh angka minus 34 derajat Celcius dan terjadi di saatAfghanistan tengah dihantam krisis ekonomi yang parah.

Banyak kelompok bantuan telah menangguhkan sebagian operasinya dalam beberapa pekan terakhir karena pemerintahan Taliban memutuskan bahwa sebagian besar pekerja LSM perempuan tidak dapat bekerja. Akibatnya lembaga-lembaga tersebut tidak dapat menjalankan banyak program di negara konservatif itu.

Di ladang bersalju di sebelah barat Ibu Kota Afghanistan, anak-anak mengobrak-abrik sampah mencari plastik untuk dibakar guna membantu keluarga mereka, karena tidak mampu membeli kayu atau batu bara.

Di dekatnya, penjaga toko berusia 30 tahun, Ashour Ali, tinggal bersama keluarganya di ruang bawah tanah beton, tempat kelima anaknya menggigil kedinginan.

"Anak-anak bangun dari kedinginan dan menangis di malam hari sampai pagi. Mereka semua sakit. Sejauh ini, kami belum menerima bantuan apa pun dan sebagian besar waktu kami tidak memiliki cukup roti untuk dimakan," katanya.

Selama kunjungan ke Kabul pada minggu ini, kepala bantuan PBB Martin Griffiths mengatakan badan dunia tersebut sedang mencari dispensasi terhadap larangan bekerja pada sebagian besar sukarelawan perempuan. Kebijakan tersebut berlaku pada salah satu waktu yang paling rentan bagi banyak warga Afghanistan.

"Musim dingin di Afghanistan ... seperti yang diketahui semua orang di Afghanistan adalah pembawa pesan malapetaka bagi begitu banyak keluarga di Afghanistan karena kami telah bertahun-tahun memenuhi kebutuhan kemanusiaan ini ... kita melihat beberapa konsekuensi hilangnya nyawa," kata Griffiths kepadaReuters.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.