Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semua Negara Berkompetisi Merebut Teknologi Mutakhir

📅 Kamis, 26 Jan 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Semua Negara Berkompetisi Merebut Teknologi Mutakhir Doc: ISTIMEWA
Ket. JOKO WIDODO Presiden RI - Kuncinya adalah sumber daya manusia yang berkualitas, SDM unggul, SDM yang berkualitas.

JAKARTA - Semua negara saat ini berkompetisi untuk memperebutkan investasi dan teknologi mutakhir. Tidak hanya di level global dalam pertemuan negara-negara penguasa 85 persen ekonomi dunia pada forum G20, negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara juga bersaing ketat untuk memperebutkan investasi dan teknologi.

"Kelihatannya ya, misalnya ada (negara-negara) G20 ketemu, kelihatannya salaman baik-baik, tapi semua saling berkompetisi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rakernas Strategi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana serta Program Percepatan Penurunan Stunting di Jakarta, Rabu (25/1).

Menurut Presiden Jokowi, di Asean sendiri kelihatan rangkulan dan salam-salaman, tapi berkompetisi, saling rebut investasi, teknologi semua negara.

Karena itu, kata Presiden Jokowi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci penting untuk menumbuhkan daya saing bangsa agar bisa menarik investasi dan membangun teknologi. "Kuncinya adalah sumber daya manusia yang berkualitas, SDM unggul, SDM yang berkualitas," ujar Presiden Jokowi.

Tingkatkan Kualitas

Karena pentingnya kualitas SDM Indonesia, Presiden Jokowi meminta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menjalankan tugas dengan baik dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan dan meningkatkan kualitas keluarga.

"Membangun keluarga berkualitas tidak mudah, tapi saya meyakini 1,2 juta penyuluh di BKKBN plus pendampingnya mampu melakukan itu. Artinya, SDM unggul itu jadi kunci daya saing bangsa," ujar Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah Indonesia mengandalkan investasi untuk menjaga tren pemulihan ekonomi pada 2023.

Presiden Jokowi telah mencanangkan target investasi pada tahun 2023 mencapai 1.400 triliun rupiah atau meningkat dibanding 2022 yang sebesar 1.200 triliun rupiah. Dengan dukungan investasi, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,3 persen pada 2023.

Terkait dengan investasi, ada beberapa hal yang menjadi evaluasi bahwa tahun ini target daripada 1.200 triliun rupiah, berdasarkan data BKPM itu bisa dicapai.

"Cuma Presiden Jokowi minta tahun depan targetnya 1.400 triliun rupiah, perlu ada beberapa regulasi yang disempurnakan yaitu tentunya penyempurnaan peraturan pemerintah," kata Airlangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.