Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polandia Akan Minta Dukungan Uni Eropa untuk Kirim Tank Leopard ke Ukraina

📅 Kamis, 26 Jan 2023, 00:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polandia Akan Minta Dukungan Uni Eropa untuk Kirim Tank Leopard ke Ukraina Doc: Antara/Wikimedia Commons/Kantor Presiden Ukraina
Ket. Arsip - Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki bersama Presiden dan Perdana Menteri Ukraina di Kiev, 2022.

Warsawa - Polandia akan mengajukan kompensasi ke Uni Eropa (EU) untuk pengiriman tank-tank Leopard ke Ukraina.

"Ini akan menjadi ujian baru bagi niat baik EU," kata Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki dalam konferensi pers di Warsawa, Selasa (24/1).

Pekan lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Pawel Jablonski mengatakan bahwa Warsawa siap mengirim tank Leopard 2 ke Ukraina, bahkan tanpa persetujuan dari Jerman sebagai negara pembuat tank tersebut.

"Jika ada penolakan yang kuat, maka kami juga akan siap mengambil tindakan tidak biasa, bahkan jika ada yang tersinggung. Saya tidak mengecualikan kesiapan kami untuk mengambil langkah seperti itu," kata Jablonski kepada stasiun radio RMF FM.

Polandia mengatakan ingin mengirim 14 tank Leopard 2 buatan Jerman ke Ukraina sebagai bagian dari upaya terkoordinasi oleh negara-negara sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Namun, pengiriman itu membutuhkan persetujuan dari Berlin karena ada aturan tentang ekspor ulang peralatan militer Jerman.

Ukraina sejauh ini mengandalkan varian tank T-72 peninggalan Soviet.

Ukraina menginginkan tank M1 Abrams Amerika Serikat dan Leopard 2 Jerman, yang akan memberinya keuntungan atas Rusia.

Bulan lalu, Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Jenderal Valeriy Zaluzhny meminta 300 tank dan 600-700 kendaraan tempur untuk membantu negara itu.

"Saya berharap tanggapan dari Jerman akan datang dengan cepat kali ini, karena mereka menunda, mengelak, bertindak dengan cara yang sulit dipahami," kata PM Morawiecki.

Dia lalu mempertanyakan keengganan Jerman untuk membantu Ukraina, yang mungkin dipicu ketakutan atau justru keyakinan Jerman untuk bisa mengembalikan hubungan yang normal dengan Rusia.

Dia menegaskan bahwa Jerman adalah negara terbesar dan harus memberikan kontribusi besar untuk koalisi gabungan negara-negara yang membantu Ukraina.

"Kami telah mengirimkan permintaan ini dan menunggu tanggapan segera. Tentu saja, kami sudah melatih tentara Ukraina di Polandia, negara lain juga melakukannya di wilayah mereka, jadi ini bukan hal baru di sini dan kami akan terus melakukannya," tutur Morawiecki.

Sementara itu, Jerman berhati-hati untuk menyetujui pengiriman senjata yang bisa dianggap sebagai eskalasi konflik.

Dalam wawancara dengan Bloomberg TV, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan diskusi dengan para sekutu Jerman tentang tank itu sedang berlangsung, tetapi tidak boleh dilakukan di depan umum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

49 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.