Kerja Sama KBRI Kazakhstan dengan UNY
📅 Kamis, 26 Jan 2023, 16:13 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Istimewa
YOGYAKARTA - KBRI berhasil membantu Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat memorandum of understanding dengan lima universitas di Kazakhstan dengan lima guru besar.
Menurut siaran persnya, lima universitas itu adalah Suleyman Demirel University, Academy of Science of the Republic of Kazakhstan, National Research Technical University, Al Faraby Kazakh National University dan Turan Astana University.
Terima kasih pada UNY yang telah mengembangkan kerja sama dengan Asia Tengah. Hal ini dikatakan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan, Mochammad Fadjroel Rachman dalam acara penandatanganan dokumen kerja sama antara KBRI Kazakhstan dan Tajikistan dengan UNY di Rektorat, Kamis (26/1).
Lebih lanjut Fadjroel Rachman mengatakan setelah MoU antara universitas juga perlu bentuk kerja sama antar KBRI.
"Dalam bentuk implemented agreement, di mana di sini kerja sama telah sampai pada titik yang paling teknis," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dubes RI berharap dengan ini KBRI dapat mengembangkan kerjasamanya dengan fakultas dan jurusan di UNY sehingga akan lebih baik lagi. Sehingga akan lebih banyak mahasiswa dari Kazakhstan dan Tajikistan yang studi lanjut di UNY.
Menurut pria kelahiran Banjarmasin 17 Januari 1964 tersebut saat ini telah ada 20 mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Kazakhstan dengan beasiswa dari Pemerintah Kazakhstan.
Fadjroel Rachman menargetkan tahun ini ada 100 mahasiswa Indonesia yang studi lanjut di Kazakhstan. Dubes RI berkeinginan agar kerja sama UNY dengan Kazakhstan dapat diperluas juga dengan Tajikistan sehingga para dosen dapat berbagi ilmu dengan sejawatnya di sana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Doktor Ilmu Komunikasi Pascasarjana FISIP Universitas Indonesiatersebut memaparkan di Kazakhstan terdapat 129 universitas di mana 33 di antaranya adalah universitas negeri, 92 universitas swasta dan 4 universitas asing.
Peluang kerja sama dengan universitas-universitas di Kazakhstan masih terbuka luas untuk UNY. Kegiatan kerja sama yang bisa dilakukan, di antaranya pertukaran mahasiswa, beasiswa S1, S2 dan S3, serta visiting professor.
Duta Besar juga mengungkapkan pada kunjungan delegasi UNY yang dipimpin Prof. Siswantoyo yang saat itu menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama ke Kazakhstan, telah dirintis pengembangan budaya pencak silat yang hingga saat ini telah ada 4000 pendekar pencak silat di Kazakhstan dan 500 di Tajikistan.
"Kazakhstan dan Tajikistan pada dasarnya menyukai martial art," kata Fadjroel Rachman.
Menurutnya masyarakat kedua negara ini menyukai film The Raid yang dibintangi Iko Uwais sehingga membuat pencak silat berkembang pesat selama 2 tahun terakhir.
Duta Besar juga mendorong masyarakat mengikuti lomba pencak silat tingkat dunia di Melaka dan berhasil meraih 1 perak dan 1 perunggu, serta kejuaraan Asia di Mumbai mendapatkan 1 perak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!