Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Membangun Ekosistem Pembelajaran Teknologi Berkelanjutan

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 22:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Membangun Ekosistem Pembelajaran Teknologi Berkelanjutan Doc: Antara
Ket. Bupati Lumajang Indah Amperawati memberikan sambutan dalam IYRC di Gedung Soedjono Lumajang, Minggu (10/5/2026).

Lumajang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur membangun ekosistem pembelajaran teknologi berkelanjutan untuk menumbuhkan inovator muda.

"Pengembangan pendidikan teknologi dinilai tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan ekosistem kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sekolah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat secara bersama-sama," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati saat membuka Indonesia Youth Robotic Competition (IYRC) Lumajang 2026 di Gedung Soedjono Lumajang, Minggu.

Menurutnya tantangan pendidikan di era digital tidak hanya terletak pada penyediaan fasilitas, tetapi juga bagaimana membangun ruang belajar yang mampu mendorong kreativitas, inovasi, dan eksplorasi kemampuan generasi muda.

“IYRC menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan teknologi akan lebih kuat ketika dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sekolah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi yang bergerak cepat.

"Keterlibatan komunitas, penyelenggara kompetisi, hingga dukungan pemerintah menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang sehat," tuturnya.

Ia mengatakan pengembangan talenta membutuhkan ruang praktik, ruang kolaborasi, dan ruang kompetisi agar anak-anak dapat belajar lebih luas.

Ekosistem pendidikan teknologi yang kuat akan mempercepat tumbuhnya budaya inovasi di tengah masyarakat sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda daerah.

"Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemkab Lumajang berharap pendidikan teknologi tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama dalam membangun kualitas SDM daerah secara berkelanjutan," katanya.

Ia menjelaskan perkembangan teknologi dinilai harus menjadi peluang bagi generasi muda daerah untuk tumbuh sebagai pencipta inovasi, bukan sekadar konsumen teknologi digital.

Anak-anak daerah memiliki potensi besar untuk berkembang di bidang teknologi apabila mendapatkan ruang belajar, pendampingan, dan kesempatan yang memadai.

"Kompetisi robotika menjadi ruang penting untuk membangun keberanian berpikir kreatif serta membiasakan generasi muda mencari solusi melalui pendekatan teknologi," ujarnya.

Bupati yang akrab dipanggil Bunda Indah itu menjelaskan bahwa pola pendidikan masa depan harus mulai diarahkan pada kemampuan inovasi dan kreativitas, karena tantangan global akan menuntut generasi muda untuk mampu menciptakan solusi baru di berbagai bidang kehidupan.

Robotika tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir inovatif dan keberanian bereksperimen.

“Daerah harus menjadi tempat tumbuhnya inovator muda. Potensi anak-anak Lumajang tidak kalah apabila diberi ruang untuk berkembang,” katanya.

Bunda Indah berharap kegiatan seperti IYRC mampu membangun optimisme generasi muda daerah agar lebih percaya diri menghadapi persaingan global sekaligus mampu menciptakan karya dan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
44 Area Konversi Hutan di S...
Megapolitan
Tawuran di Stasiun Manggara...

Harga Cabai Rawit Rp100.800/Kg, Telur Ayam Rp28.400/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp100.800...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.