Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO: Tak Ada Bukti Vaksin Covid-19 Tingkatkan Risiko Stroke pada Lansia

📅 Senin, 23 Jan 2023, 18:40 WIB | Oleh:
WHO: Tak Ada Bukti Vaksin Covid-19 Tingkatkan Risiko Stroke pada Lansia Doc: Istimewa
Ket. Direktur WHO bidang Imunisasi, Vaksin, dan Biologi, Kate O'Brien, berbicara di kantor WHO di Jenewa, baru-baru ini.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengatakan tidak ada bukti vaksin mRNA Covid-19, meningkatkan risiko stroke pada lansia.Kekhawatiran yang muncul di media dan kalangan sains tentang keamanan vaksin penguat mRNA, tidak berdasar.

Dikutip dari Voice of America, Senin (23/1), para pejabat WHO mengatakan, kekhawatiran yang terkait dengan satu sistem data di Amerika Serikat (AS) yang memantau keamanan vaksin booster itu, menyajikan informasi yang salah tentang kematian terkait penularan Covid-19.

Direktur WHO bidang Imunisasi, Vaksin, dan Biologi, Kate O'Brien mengatakan, sistem pemantauan keamanan vaksin AS dan nasional lainnya tidak menemukan bukti lebih lanjut bahwa vaksin mRNA menyebabkan stroke.

"Tetapi kini, bukti terbaik adalah tidak ada hubungan nyata antara vaksin penguat Pfizer pada orang dewasa yang lebih tua dan stroke. Dan sekali lagi, ada sistem berkelanjutan dan tanpa henti untuk terus memantau keamanan, tidak hanya untuk vaksin Covid-19 dan dosis per dosis, tetapi juga untuk semua vaksin lain," kata O'Brien.

O'Brien menambahkan vaksin Covid-19sangat manjur untuk mencegah rawat inap, penyakit parah, atau kematian, tetapi kurang manjur untuk mencegah orang tertular dan menularkan penyakit itu.

Dia mencatat sangat penting orang-orang dalam kelompok prioritas tinggi menerima semua dosis yang dianjurkan. Mereka termasuk yang berusia di atas 60 tahun, dengan kondisi medis komorbid atau gangguan kekebalan, wanita hamil, dan petugas kesehatan.

"Untuk varian yang beredar di dunia sekarang, seperti Omicron, dosis penguat pertama benar-benar meningkatkan kinerja rangkaian awal kita untuk perlindungan terhadap penyakit yang parah. Jadi, kita sebenarnya membutuhkan tiga dosis untuk mendapatkan perlindungan optimal dari vaksin-vaksin itu," imbuhnya.

O'Brien menegaskan tidak ada bukti langsung tentang kinerja vaksin monovalen atau bivalen pada varian XBB.1.5 dari Covid-19. Karena kini tidak ada data, apakah vaksin bivalen yang lebih baru, lebih manjur dibandingkan vaksin terdahulunya, maka ia mengatakan bahwa WHO menganjurkan keduanya untuk dosis penguat atau booster.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.