Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Di Bawah Rezim Taliban, Kepala Manekin Harus Dibungkus dan Wajah Ditutup

📅 Minggu, 22 Jan 2023, 09:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pemilik toko lainnya, Hakim, menggunakan aluminium foil yang dihias di atas kepala bonekanya. Hal itu untuk menambah aksen tertentu pada barang dagangannya.

"Saya memanfaatkan ancaman dan larangan ini dan melakukannya sehingga manekin menjadi lebih menarik dari sebelumnya," katanya.

Sejumlah kecil manekin laki-laki dapat dilihat di jajaran etalase toko tersebut, juga dengan kepala tertutup. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pihak berwenang Taliban menerapkan pelarangan yang sama, baik untuk manekin perempuan maupun laki-laki.

Taliban awalnya mengatakan tidak akan memaksakan aturan keras yang sama terhadap masyarakat seperti yang mereka lakukan di akhir 1990-an. Namun, mereka secara bertahap memberlakukan lebih banyak pembatasan, terutama pada perempuan. Mereka melarang perempuan dan anak perempuan bersekolah di atas kelas enam, melarang mereka dari sebagian besar pekerjaan dan menuntut mereka menggunakan penutup wajah saat berada di luar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.