Psikiater Ungkap Rasa Galau Bisa Memengaruhi Pekerjaan Seseorang
📅 Kamis, 19 Jan 2023, 14:07 WIB | Oleh: SulianaPsikiater Gina Anindyajati mengatakan masalah dalam hubungan, baik dengan orang di rumah maupun di kantor, itu juga berpotensi memengaruhi produktivitas mereka dalam pekerjaan.
Menurut Gina, kepribadian seseorang memang banyak memengaruhi bagaimana cara mengatasi tekanan yang berkaitan dengan pekerjaan. Selain itu, persepsi atau cara pandang seseorang terhadap kehidupan juga dapat memengaruhi sikap seseorang dalam menyelesaikan masalah di lingkungan kerja.
"Bagaimana cara pandang dia terhadap dunia, cara dia menyikapi persoalan-persoalan kehidupan itu akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana dia nanti menyelesaikan masalah-masalah di pekerjaannya," ujar Gina dalam diskusi daring dengan tema 'Membangun Keselarasan Dunia Kerja dengan Kehidupan Pribadi' pada Rabu (18/1), seperti dikutip dariAntara.
Psikiater yang bekerja di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo itu menilai cara penyelesaian persoalan yang tidak matang pun akan cenderung menimbulkan masalah tekanan yang lebih besar lagi termasuk jika mendapat tuntutan dalam pekerjaan.
"Bagaimanapun juga relasi kita dengan orang lain akan memengaruhi, apa yang terjadi di rumah apa yang terjadi di kantor besar pengaruhnya pada pekerjaan juga sebaliknya," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gina juga menyoroti banyaknya pasiennya yang mengeluhkan sakit fisik pada pundak, perut dan lain sebagainya. Ia mengatakan kondisi ini disebut gangguan psikosomatis, di mana keadaan jiwa yang kurang sehat namun muncul dalam bentuk manifestasi fisik.
"Yang menarik keluhan-keluhan yang disampaikan ketika orang-orang yang datang berkonsultasi bukan keluhan suasana perasaan tapi berupa keluhan-keluhan fisik, seperti perutnya sakit, pundak sakit," ucap psikiater yang juga praktik di klinik Angsamerah ini.
Istilah gangguan psikosomatis ini mengacu pada keluhan-keluhan fisik yang muncul akibat pikiran dan emosi yang dirasakan oleh seseorang karena stres menghadapi sesuatu yang baru atau depresi dan ansietas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melansir Cleveland Clinic, gangguan psikosomatis umumnya melibatkan terjadinya gejala fisik, yang biasanya tidak memiliki penjelasan medis. Orang dengan kondisi ini mungkin memiliki pikiran, perasaan, atau kekhawatiran yang berlebihan.
Gina mengingatkan untuk mewaspadai jika sensasi ini berlangsung berkepanjangan sampai mengganggu aktivitas karena terlalu fokus pada stresnya.
Demikian juga jika jantung yang sering berdebar-debar meskipun kejadian yang dilakukan sudah terlewati, bisa jadi itu suatu gangguan psikosomatis dan segera konsultasikan ke psikiater.
Gina menjelaskan jika kondisi jiwa yang tidak baik maka akan berpengaruh pada kondisi fisik dalam bentuk manifestasi seperti penyakit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!