Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NATO Isyaratkan Lebih Banyak Senjata Berat Dikirim ke Ukraina

📅 Senin, 16 Jan 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
NATO Isyaratkan Lebih Banyak Senjata Berat Dikirim ke Ukraina Doc: AFP/Anatolii Stepanov
Ket. Tentara Ukraina dengan kendaraan tank di garis depan Kreminna di wilayah Lugantsk timur.

KIEV - Kiev dapat menunggu lebih banyak pengiriman senjata berat dari negara-negara Barat, kata NATO pada Minggu (15/1), ketika Presiden Vladimir Putin memuji pasukannya dapat merebut sebuah kota di Ukraina.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan, Ukraina dapat mengharapkan lebih banyak senjata berat menyusul permintaan Kiev kepada sekutunya akan kendaraan, artileri, dan rudal sebagai kunci untuk pertahanan diri.

"Janji peralatan perang berat baru-baru ini penting - dan saya berharap lebih banyak dalam waktu dekat," kata Stoltenberg kepada harian Jerman Handelsblatt menjelang pertemuan kelompok yang mengoordinasikan pasokan senjata ke Kiev yang akan digelar minggu ini.

Beberapa hari setelah Rusia mengklaim telah merebut Soledar di Ukraina timur, sebuah pos pertambangan garam yang menampung 10.000 orang sebelum konflik, Putin memuji pasukannya sebagai keberhasilan besar.

"Ada dinamika positif, semuanya berkembang sesuai rencana," kata Putin dalam wawancara yang disiarkan Minggu."Saya harap para pejuang kita akan menyenangkan kita lebih dari sekali lagi."

Kementerian pertahanan Rusia mengumumkan minggu ini bahwa pihaknya telah "menyelesaikan pembebasan" Soledar.

Capaian itu bisa menjadi keuntungan besar karena pasukan Rusia bergerak menuju target utama mereka sejak Oktober - persimpangan transportasi terdekat di Bakhmut.

Saling Klaim

Ukraina membantah klaim Rusia itu dan mengatakan pertempuran sengit berlanjut di Soledar.

Pada Minggu, Institut Studi Perang yang berbasis di AS mengatakan, "pasukan Ukraina sangat tidak mungkin untuk tetap memegang posisi di dalam pemukiman Soledar ".

Kemenangan Rusia di sana, jika terbukti demikian, diraih setelah kemunduran yang memalukan selama berbulan-bulan.

Kedua belah pihak telah mengakui kerugian besar dalam pertempuran di kota itu. Kepala Wagner Yevgeny Prigozhin menegaskan, pasukannya mempelopori serangan itu.

Kementerian pertahanan Rusia awalnya tidak menyebutkan Wagner ketika mengklaim kemenangan. Baru setelah itu memuji "keberanian" pasukan Wagner di Soledar.

Anggukan itu adalah pengakuan yang tidak biasa atas kekuatan kontroversial tersebut setelah pembicaraan tentang pertikaian antara Wagner dan militer resmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.