Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar: Naegleria Fowleri, Amoeba Pemakan Otak yang Harus Diwaspadai

📅 Kamis, 12 Jan 2023, 16:17 WIB | Oleh:
Pakar: Naegleria Fowleri, Amoeba Pemakan Otak yang Harus Diwaspadai Doc: Istimewa
Ket. Naegleria fowleri adalah protozoa yang dapat menginfeksi melalui hidung kemudian menembus otak dalam waktu singkat.

SURABAYA - Pakar Parasitologi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Dwi Peni Kartikasari berpesan kepada masyarakat untuk mewaspadai risiko infeksi Naegleria fowleri, meskipun kasus tersebut jarang terjadi, Kamis (12/1). Akhir Desember lalu, dunia dihebohkan dengan kasus kematian pertama warga Korea Selatan akibat infeksi Naegleria fowleri dalam kurun waktu kurang dari dua minggu.

"Sebenarnya penemuan kasus infeksi ini sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. Ada sekitar 300-an kasus sehingga dapat dikatakan kasus yang jarang terjadi dan menariknya, sebagian besar kasus itu pasiennya berkontak langsung dengan air tawar," ujar dosen Fakultas Kedokteran ini.

Seperti julukannya, lanjut Peni, Naegleria fowleri adalah protozoa yang menyebabkan kematian sel otak atau disebut juga nekrosis. Itu hanya dapat menginfeksi melalui hidung yang kemudian menembus otak dalam waktu singkat.

"Onset kerjanya yang cepat inilah penyebab lebih banyak kasus kematian daripada kasus sembuh," terang dia lewat keterangan tertulis.

"Hanya ada beberapa orang yang sembuh karena dapat dideteksi sejak awal sehingga mendapat terapi yang optimal dan lebih dini. Kemarin salah satu survival yang tidak mengalami kerusakan otak itu karena menggunakan kombinasi obat antiprotozoa dan terapi hipotermia," ungkap Peni.

Gejala infeksi oleh Naegleria fowleri mirip dengan penyakit meningitis, sehingga cepat atau lambat, masyarakat yang terinfeksi akan datang ke rumah sakit. "Akan terjadi peningkatan suhu disertai dengan sakit kepala yang hebat dan muntah. Setelahnya, pasien akan mengalami kaku di bagian leher, gangguan kesadaran dan keseimbangan," paparnya.

Masyarakat diharapkan selalu waspada ketika akan berkontak langsung dengan air tawar, terutama yang berasal langsung dari alam. "Kalau berenang, ya, airnya tidak perlu dihirup melalui hidung. Juga perlu dipastikan bahwa kolam renangnya telah diberi kaporit," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, seperti saran dari CDC (Centers for Disease and Control and Prevention) Amerika Serikat, jika airnya akan digunakan, misalnya untuk berwudhu, boleh direbus dahulu apabila tidak yakin. Ia juga menyarankan masyarakat agar cepat ke rumah sakit jika mengalami demam disertai sakit kepala yang hebat dan muntah sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.