Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Embung Sanur Bakal Jadi Objek Wisata Baru di Bali

📅 Selasa, 10 Jan 2023, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Embung Sanur Bakal Jadi Objek Wisata Baru di Bali Doc: ANTARA/HO-Instagram iconbalimall.
Ket. Embung Sanur yang ditargetkan untuk jadi objek wisata di Denpasar.

DENPASAR - Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani mengatakan Embung Sanur ditargetkan untuk dibuka menjadi objek wisata baru di Bali khususnya Kota Denpasar pada 2023.

"Iya Embung Sanur sudah direncanakan, tapi saya masih menyelidiki sampai seberapa jauh bisa kita jadikan destinasi wisata di Denpasar, karena takutnya sudah kita promosi ternyata tidak bisa masuk," kata dia di Denpasar, Selasa (10/1).

Dezire mengungkapkan menjadikan Embung Sanur sebagai objek wisata sudah dipikirkan, termasuk juga kawasan mangrove G20, namun tak dapat dipungkiri bahwa pihaknya masih harus mengumpulkan informasi dan berkoordinasi.

"Embung Sanur itu sebetulnya memang kita bisa pakai untuk destinasi baru, cuma oleh pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian PUPR sebagai pelaksana proyeknya itu masih belum bisa dibuka untuk publik karena masih masa pemeliharaan," ujarnya.

Dezire menyebut pihak BWS hingga saat ini masih melakukan diskusi dengan Kementerian PUPR di pusat, mengingat pihaknya juga berharap Embung Sanur dapat dibuka untuk berwisata namun masa pemeliharaannya masih berlaku hingga Agustus 2023.

Kepada media, Pejabat Pemkot Denpasar itu menjelaskan bahwa Embung Sanur sebelumnya telah diresmikan sebagai tempat penampungan air untuk menghindari banjir.

Kawasan yang terletak di Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan itu, direncanakan Dezire untuk dijadikan objek wisata rekreasi, olahraga, dan berfoto bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Denpasar, mengingat hingga kini Sanur masih menjadi kawasan utama wisata di ibu kota Provinsi Bali itu.

Dezire juga menyebut koordinasi harus dilakukan dengan desa setempat, karena apabila target pembukaan Embung Sanur terwujud di 2023 maka harus ada upaya menjaga tata tertib dan kebersihan sekitar.

"Kita juga harus koordinasi dengan desa supaya tidak kumuh, kalau dibuka lalu nanti pedagangnya banyak, lalu jorok kan sayang sekali," kata dia.

Kepala Desa Sanur Kauh I Made Ada yang mendapat informasi tersebut menyambut baik, karena jika kawasan tersebut ditata maka akan terbentuk ruang hijau yang sebelumnya hanya terlihat semak-semak.

"Sebelumnya itu hutan bakau yang sudah banyak mati dan dipakai tambak oleh warga, dan sekarang embung itu untuk penampungan air," kata dia di Denpasar.

Made Ada berharap apabila Embung Sanur dibuka sebagai objek wisata, maka Bumdes dapat masuk dan terlibat, sehingga desa akan terdampak langsung dari kawasan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.