Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Telegraf Merevolusi Komunikasi Jarak Jauh

📅 Jumat, 06 Jan 2023, 00:00 WIB | Oleh:

Namun penemuan telegraf bukan hanya oleh Morse. Dua peneliti asal Inggris William Cooke dan Charles Wheatstone, serta Leonard Gale dan Alfred Vail di Amerika Serikat juga turut berjasa dalam pengembangan telegraf.

Pada tahun 1830-an, tim Cooke dan Wheatstone dari Inggris mengembangkan sistem telegraf dengan lima jarum magnet yang dapat diarahkan ke panel huruf dan angka dengan menggunakan arus listrik. Sistem mereka segera digunakan untuk persinyalan kereta api di Inggris.

Namun diantara mereka, Morse yang paling berjasa. Ia kelahiran Massachusetts 27 April 1791. Pendidikan tingginya ditempuh di Yale. Setelah itu ia memulai kariernya sebagai pelukis sebelum bekerja untuk mengembangkan telegraf listriknya sendiri.

Dia dikabarkan tertarik dengan ide tersebut setelah mendengar percakapan tentang elektromagnetisme saat berlayar dari Eropa ke Amerika pada awal 1830-an. Ia kemudian belajar lebih banyak tentang topik tersebut dari fisikawan Amerika, Joseph Henry.

Bekerja sama dengan Gale dan Vail, Morse akhirnya menghasilkan telegraf sirkuit tunggal yang bekerja dengan menekan tombol operator untuk menyelesaikan sirkuit listrik baterai. Tindakan ini mengirimkan sinyal listrik melalui kabel ke penerima di ujung lainnya. Yang dibutuhkan sistem hanyalah kunci, baterai, kabel, dan penerima.

Kode Morse

Untuk mengirimkan pesan melalui kabel telegraf, pada 1830-an Morse dan Vail menciptakan apa yang kemudian dikenal sebagai kode Morse. Kode menetapkan huruf dalam alfabet dan angka satu set titik (tanda pendek) dan garis putus-putus (tanda panjang) berdasarkan frekuensi penggunaan.

Huruf yang sering digunakan (seperti "E") memiliki kode yang sederhana dan pendek. Sedangkan huruf yang jarang digunakan (seperti "Q") memiliki kode yang lebih panjang dan kompleks.

Awalnya, kode tersebut, ketika dikirimkan melalui sistem telegraf, diterjemahkan sebagai tanda pada selembar kertas yang kemudian akan diterjemahkan kembali oleh operator telegraf ke dalam bahasa Inggris. Setelah beberapa waktu hal ini berlangsung lebih cepat, operator dapat mendengar dan memahami kode hanya dengan mendengarkan klik penerima, sehingga kertas diganti dengan penerima yang menghasilkan suara bip yang lebih jelas.

Sandi Morse dianggap lebih efektif karena bisa ditransmisikan ke dalam bentuk detak sinyal elektrik di telegraf, ataupun sinyal mekanik, serta bisa juga dalam bentuk visual, seperti cahaya. Jadi selain melalui telegraf, sandi Morse banyak digunakan di berbagai media lain seperti senter, asap, dan lainnya.

Sandi Morse masih dirasa kurang praktis untuk digunakan dalam skala internasional. Pada sebuah konferensi di Eropa tepatnya di Berlin pada 1851, merumuskan ulang rumus sandi Morse. Formula ini yang digunakan sampai sekarang.

Dalam rumusan baru ini semua panjang garisnya sama dan tidak ada spasi penghubung dalam rumusan satu karakter. Jadi, jauh lebih mudah untuk diingat, ketimbang rumusan lama. hay/I-1

Cikal Bakal Inovasi Telekomunikasi Modern

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.