Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantan Pengantin ISIS Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara di Australia

📅 Jumat, 06 Jan 2023, 11:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mantan Pengantin ISIS Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara di Australia Doc: AFP/Bulent Kilic
Ket. Perempuan dan anak-anak dievakuasi dari kelompok Negara Islam (ISIS).

SYDNEY- Seorang wanita Australia yang diselamatkan dari kamp tahanan Suriah akan diadili pada Jumat (6/1) atas tuduhan terkait dengan peran mantan suaminya dalam ISIS.

Mariam Raad dipulangkan pada Oktober sebagai bagian dari misi kemanusiaan untuk membebaskan wanita dan anak-anak Australia dari kamp terkenal di Al-Hol dan Roj.

Para wanita tersebut kebanyakan adalah istri dari pejuang ISIS yang kalah, yang mengatakan bahwa mereka dipaksa atau ditipu untuk mengikuti suami mereka ke Suriah.

Polisi Australia, yang menangkap Raad pada Kamis (5/1), menuduh wanita berusia 31 tahun itu mengetahui mantan suaminya Muhammad Zahab adalah seorang perekrut ISIS terkenal dan telah "bersedia melakukan perjalanan ke wilayah konflik."

Raad didakwa melakukan perjalanan ke wilayah Suriah yang dikendalikan oleh ISIS, kejahatan berdasarkan hukum Australia. Ia menghadapi hukuman 10 tahun penjara jika terbukti bersalah.

"Kami tidak menoleransi warga Australia, atau siapa pun, yang berusaha melakukan tindakan kekerasan atau ekstremisme, dan mereka yang mempertimbangkan untuk melakukan hal yang salah akan kami perhatikan," kata komandan kontra-terorisme Mark Walton.

Zahab, mantan guru matematika di Sydney, diyakini tewas dalam serangan udara pada 2018, kata Polisi Federal Australia.

Raad kembali ke Australia bersama tiga wanita lain dan 13 anak.

Mis itu adalah yang pertama dari serangkaian misi yang direncanakan untuk membawa kembali sekitar 20 wanita Australia dan 40 anak-anak, yang ditahan di Suriah timur laut yang dikuasai Kurdi sejak runtuhnya "kekhalifahan" ISIS pada 2019.

Pemulangan "pengantin ISIS" telah menjadi kontroversi di Australia. Beberapa politisi mengklaim para wanita tersebut menimbulkan risiko bagi keamanan nasional.

Yang lainnya, seperti Human Rights Watch, memuji pemerintah karena telah menyelamatkan warga negara Australia dari kondisi yang "mengerikan".

Setelah dipulangkan, Raad menetap di Young, sebuah kota kecil sekitar 370 kilometer (229 mil) di sebelah barat Sydney.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.