Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Optimalkan Belanja Produktif

📅 Kamis, 05 Jan 2023, 11:12 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Optimalkan Belanja Produktif Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah harus menggunakan penerimaan dari pajak untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Jika tidak, penerimaan pajak yang melebihi target pada tahun lalu tak akan bermanfaat secara langsung bagi rakyat.

Karena itu, pola belanja pemerintah perlu diubah. Belanja tak produktif harus ditekan agar anggaran negara benar-benar dapat menyejahterahkan rakyat melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, mengapresiasi kinerja keuangan pemerintah berhasil melampaui target penerimaan negara. Namun, dia berpandangan, penerimaan pajak harus digunakan sebesar-besarnya untuk mendorong ekonomi rakyat.

"Sebab, tanpa itu, tak ada gunanya peningkatan penerimaan pajak yang disampaikan Menkeu (Menteri Keuangan Sri Mulyani)," ujarnya kepada Koran Jakarta, Rabu (4/1).

Dia menyebut data dirilis pemerintah pascapandemi masih banyak UMKM yang belum bangkit. Sekitar 84,8 persen UMKM yang awalnya terpuruk sudah beroperasi. Meski demikian, masih banyak UMKM belum bisa bangkit sehingga APBN dapat digunakan untuk menyelematkannya.

"Beberapa skema pendanaan UMKM selama Covid yang efektif perlu dipertahankan dan diperkuat pemerintah, misalnya skema Kredit Usaha Rakyat (KUR)," tegasnya

Dia melanjutkan program digitalisasi UMKM juga perlu diperkuat, perluasan akses permodalan bagi UMKM, termasuk memperkuat sektor pertanian.

Meski demikian, Badiul menegaskan pengelolaan pendapatan negara tersebut harus profesional, proporsional, dan berkeadilan dalam konteks Dana Bagi Hasil untuk daerah, terutama daerah penyumbang pajak migas.

"Saya sepakat pemerintah perlu mendesain agar optimalisasi belanja untuk perekonomian rakyat," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, mengatakan dana yang bersumber dari pajak harus dapat mendorong daya saing UMKM, sehingga mereka bisa berkompetisi di pasar, baik dalam maupun luar negeri.

"Selain itu, perlu juga adanya insentif subsidi bunga pinjaman, restrukturisasi kredit, modal kerja, dan teknologi digital. Skema-skema seperti ini membuat UMKM bisa bertahan menghadapi ancaman resesi tahun ini," tegas Awan.

Kinerja Membaik

Dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2022 yang diselenggarakan secara daring, Selasa (3/1), Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pendapatan negara APBN Tahun 2022 terealisasi 2.626,4 triliun rupiah atau 115,9 persen dari target berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2022 sebesar 2.266,2 triliun rupiah. Realisasi ini tumbuh 30,6 persen sejalan dengan pemulihan ekonomi yang semakin kuat dan terjaga serta dorongan harga komoditas yang relatif masih tinggi.

Dari total realisasi pendapatan negara tersebut, realisasi penerimaan perpajakan mencapai 2.034,5 triliun rupiah atau 114 persen dari target Perpres 98/ 2022 sebesar 1.784 triliun rupiah, tumbuh 31,4 persen dari realisasi tahun 2021 sebesar 1.547,8 triliun rupiah. Realisasi penerimaan perpajakan ini didukung oleh penerimaan pajak dan kepabeanan dan cukai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.