Transformasi Garuda Bangun Kepercayaan Investor
📅 Rabu, 04 Jan 2023, 10:50 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Pemerintah merespons positif terhadap saham Garuda Indonesia (GIAA) yang kembali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu sebagai pertanda baik bagi maskapai berpelat merah untuk memperkuat kembali kinerja bisnis ke depan.
Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan perdagangan saham GIAA itu merupakan pertanda baik dan menjadi salah satu bukti kepercayaan serta apresiasi publik terhadap upaya-upaya bersama pemerintah dan manajemen Garuda Indonesia dalam melakukan restrukturisasi.
"Langkah-langkah restrukturisasi dan pemenuhan seluruh syarat perjanjian perdamaian merupakan kabar menyegarkan bagi kita semua. Kami berharap itu akan menjadi pijakan bagi investor untuk terus menanamkan modalnya di GIAA," ujar Erick di Jakarta, Selasa (3/1).
Dia juga mengaku bersyukur transformasi Garuda Indonesia semakin baik dan semakin terlihat. Mulai dari manajemen, keuangan, hingga pelayanan akan terus meningkatkan kualitasnya agar Garuda bisa terbang lebih tinggi.
Emiten maskapai penerbangan milik negara Garuda Indonesia atau GIAA hari ini kembali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya, GIAA diperdagangkan terakhir kali pada 17 Juni 2021.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada perdagangan, Selasa (3/1), GIAA langsung menembus batas atas (Auto Reject Atas atau ARA) pada posisi 224 rupiah per lembar saham. Posisi harga itu membuat maskapai kelas premium ini bertengger dengan peningkatan harga sejak dibuka perdagangan dan memberikan cuan bagi pemegangnya di level 9,8 persen.
Dibuka di level 204 rupiah per lembar saham, GIAA sempat tertekan hingga menyentuh level terendah pagi tadi di 190 rupiah per lembar saham.
Pemberhentian perdagangan GIAA terjadi karena saham ini disuspensi sejak 18 Juni 2021. Dengan demikian, GIAA sempat berhenti diperdagangkan selama 16 bulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Momentum Kebangkitan
Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan pencabutan suspensi saham GIAA tersebut merupakan tindak lanjut dari dirampungkannya tahapan restrukturisasi kinerja Garuda pada penutup 2022.
"Kami optimistis Garuda dapat memaksimalkan momentum kebangkitan kinerja usaha yang salah satunya akan terus kami perkuat," kata Irfan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/1).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!