Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Saham Brazil Jatuh di Hari Pertama Presiden Lula da Silva Menjabat

📅 Selasa, 03 Jan 2023, 08:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Saham Brazil Jatuh di Hari Pertama Presiden Lula da Silva Menjabat Doc: ANTARA/REUTERS/Ricardo Moraes
Ket. Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, istrinya Rosangela "Janja" da Silva dan Chief Raoni berjalan melewati jalan Istana Planalto setelah upacara pelantikan Lula, di Brasilia, Brazil, 1 Januari 2023.

BRASILIA - Pasar Brazil memberikan vonis yang melemahkan pada hari pertama Presiden Luiz Inacio Lula da Silva yang berhaluan kiri menjabat pada Senin (2/1), setelah ia berjanji untuk memprioritaskan masalah sosial dan memerintahkan perpanjangan pemborosan anggaran untuk pembebasan pajak bahan bakar.

Keputusan Lula untuk memperpanjang pembebasan pajak bahan bakar, yang akan menghilangkan pendapatan fiskal Departemen Keuangan sebesar 52,9 miliar reai (9,9 miliar dolar AS) per tahun, merupakan teguran keras dari menteri keuangannya Fernando Haddad, seorang loyalis Partai Buruh (PT) yang mengatakannya tidak akan diperpanjang.

Haddad, yang berusaha menghilangkan kekhawatiran pasar bahwa dia mungkin tidak mempertahankan disiplin fiskal, menjabat pada Senin (2/1), berjanji untuk mengendalikan pengeluaran. "Kami di sini bukan untuk berpetualang," katanya.

Pasar tampak tidak yakin. Mata uang real kehilangan 1,5 persen nilainya terhadap dolar dalam perdagangan sore, sementara indeks acuan pasar saham Sao Paulo jatuh 3,24 persen. Saham perusahaan minyak milik negara Petrobras anjlok hampir 6,0 persen.

Dalam pidato yang disampaikan pada pelantikannya di Brasilia pada Minggu (1/1)Lula berjanji bahwa mengatasi kelaparan dan kemiskinan akan menjadi "ciri" dari kepresidenannya yang ketiga setelah dua tugas sebelumnya menjalankan negara dari tahun 2003 hingga 2010.

Para analis keuangan mengatakan awal dari kepresidenan ketiga Lula sejalan dengan janji kampanyenya, dan terlihat mirip dengan kebijakan Partai Buruh sebelumnya yang menyebabkan resesi yang dalam.

Lula secara tipis mengalahkan mantan Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro pada Oktober, mengayunkan negara terbesar di Amerika Selatan itu kembali ke jalur sayap kiri.

Pada Senin (2/1)Lula menginstruksikan para menteri untuk mencabut langkah-langkah privatisasi perusahaan negara yang dilakukanoleh pemerintahan sebelumnya, termasuk studi untuk menjual perusahaan minyak Petrobras, Kantor Pos dan perusahaan penyiaran negara EBC.

Pada Minggu (1/1), dia menandatangani dekrit yang memperpanjang pengecualian bahan bakar dari pajak federal, tindakan yang disahkan oleh pendahulunya yang bertujuan untuk menurunkan biaya menjelang pemilihan, tetapi itu akan menghilangkan pendapatan fiskal Departemen Keuangan sebesar 52,9 miliar reai (9,9 miliar dolar AS) per tahun.

Pembebasan pajak federal untuk bahan bakar akan berlangsung satu tahun untuk diesel dan biodiesel dan dua bulan untuk bensin dan etanol, sebuah keputusan yang diterbitkan dalam surat kabar resmi menunjukkan pada Senin (2/1).

AnalisGuide Investimentos, Gabriel Araujo Gracia, mengatakan rencana Lula untuk meningkatkan belanja sosial, memperluas peran bank-bank pemerintah dan menghapus pagu belanja yang diamanatkan konstitusi mengingatkan kembali pada hari-hari terburuk pemerintahan Partai Buruh.

"Kebijakan itu mengingatkan kita pada Pemerintahan Dilma Rousseff daripada Pemerintahan Lula," kata Gracia, merujuk pada penerus pilihan Lula yang dimakzulkan saat menjabat. "Kebijakannya menyebabkan resesi terburuk di Brasil sejak 1929."

Lula, yang mengangkat jutaan orang Brasil dari kemiskinan selama dua masa jabatan pertamanya, mengkritik Bolsonaro karena memungkinkan kelaparan kembali ke Brasil, dan menangis dalam pidatonya kepada para pendukung pada Minggu (1/1) ketika dia menggambarkan bagaimana kemiskinan meningkat lagi.

Allies mengatakan kesadaran sosial Lula yang baru ditemukan akibat dari 580 hari di penjara, Reuters melaporkan pada Minggu (1/1).

Lula memulai masa jabatan presiden ketiganya setelah membujuk Kongres untuk mengesahkan peningkatan paket pengeluaran sosial selama 1 tahun senilai 170 miliar reai, sejalan dengan janji kampanyenya.

"Paket itu ternyata lebih besar dari yang diperkirakan, dengan dampak potensial bagi keberlanjutan utang publik," kata Banco BTG Pactual dalam sebuah catatan penelitian.

Lula menghabiskan hari pertamanya jabatannya bertemu dengan lebih dari selusin kepala negara yang menghadiri pelantikannya.

Pertemuan dimulai dengan Raja Spanyol, dan dilanjutkan dengan presiden Amerika Selatan, di antaranya pemimpin sayap kiri Argentina, Chile dan Bolivia, serta perwakilan dari Kuba dan Venezuela, dan Wakil Presiden Wang Qishan dari Tiongkok. (1 dolar AS = 5,3458 real).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.