Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Namanya Pulau Belakang Padang, Pulau Penawar Rindu yang Jadi Rujukan Wisatawan

📅 Rabu, 30 Nov 2022, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Namanya Pulau Belakang Padang, Pulau Penawar Rindu yang Jadi Rujukan Wisatawan Doc: antara
Ket. Tampak depan Pulau Belakang Padang yang dijuluki pulau penawar rindu.

Batam - Pada tahun 1950-an, Pulau Belakang Padang, Batam, dikenal sebagai pulau paling seram dan berbahaya karena kerap disinggahi perompak. Namun, kini keadaannya berbalik.

Pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura itu justru menjadi rujukan wisatawan yang ingin melepas kerinduan pada kehidupan masa lalu di perdesaan.

Kisah keseraman Pulau Belakang Padang, Provinsi Kepulauan Riau, itu rupanya sudah terkubur. Dengan keunikan yang bisa didapatkan, kini siapa saja bisa berkunjung ke pulau. Untuk ke pulau ini bisa ditempuh dalam waktu 15 menit dari pelabuhan rakyat diSekupang.

Bahkan kini, daratan seluas 29,702 km2 itu dijuluki pulau penawar rindu. Sebutan itu bukan tanpa sebab. Dulu, daerah ini masuk wilayah administratif Provinsi Riau. Namun, pada 2004 resmi menjadi bagian Provinsi Kepulauan Riau.

Pusat pemerintahan daerah berada di Belakang Padang sebagai Kota Madya Batam. Pulau penyangga berbatasan dengan Singapura ini menjadi cikal bakal Batam sebagai kota industri.

Meskipun saat ini kawasan ini sudah berkembang, beberapa pusat pertokoan masih tidak berubah. Beberapa pusat perkantoran instansi pemerintah masih tetap berdiri, seperti Kantor Imigrasi Belakang Padang (Kantor Imigrasi Pertama), begitu juga Pos Angkatan Laut (AL).

Belakang Padang merupakan wilayah terluar Kota Batam atau satu di antara 12 kecamatan di Kota Batam. Siapa pun yang datang ke pulau itu bisa menikmati pemandangan gedung-gedung pencakar langit di Singapura selama perjalanan laut menggunakan perahu pompong ke pulau Belakang Padang. Karena, jarak Pulau Belakang Padang dengan Singapura dekat, hanya berjarak sekitar 33 kilometer dari lepas pantai.

Begitu sampai di dermaga Pulau Belakang Padang, pengunjung disuguhi pemandangan puluhan perahu pompong atau perahu penumpang milik warga yang sudah berjejer di dermaga. Begitu juga dengan penampakan ratusan sepeda motor yang terparkir di sana karena ditinggalkan pemiliknya yang pergi ke kota.

Masuk ke dalam, pengunjung bisa melihat puluhan becak kayuh yang siap mengantarkan pengunjung berkeliling pulau dengan harga terjangkau.

Sepanjang mata memandang di Belakang Padang, tidak terlihat kendaraan roda empat berlalu lalang, kecuali mobil ambulans dan armada pemadam kebakaran yang digunakan saat dibutuhkan.

Transportasi dominan menggunakan kendaraan roda dua, sedangkan transportasi umum hanya ada becak kayuh. Hal itu karena ruas jalan di Belakang Padang tidak cukup lebar untuk dilalui kendaraan roda empat.

Bahkan anggota kepolisian dan TNI yang bertugas di sana hanya dibekali dengan sepeda untuk melakukan patroli berkeliling di pulau tersebut.

Selain transportasi yang unik, suasana perdesaan di Belakang Padang masih bisa dirasakan. Begitu juga rumah-rumah di sana yang masih terlihat sederhana dan tradisional.

Pantainya pun indah walaupun hanya seluas lapangan voli. Begitu malam, pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan lampu kerlap-kerlip dari gedung-gedung pencakar langit Singapura. Warga Belakang Padang pun terbilang ramah terhadap wisatawan.

Hal inilah yang membuat banyak warga dari Pulau Batam maupun Kepulauan Riau datang ke sana untuk sekadar melepaskan penat setelah bekerja berhari-hari, dengan merasakan suasana perdesaan yang tenang. Anak-anak zaman sekarang menyebutnyahealing.

Tidak hanya warga lokal, wisatawan dari berbagai negara seperti seperti Korea, Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan lainnya juga sering melancong ke Pulau Belakang Padang.

"Wisatawan asing sering ke sini. Kalau lagi di sini kami bawa keliling pulau pakai becak. Senang mereka," ujar penganyuh becak di Pulau Belakang Padang.

Kuliner terkenal

Tidak kalah dari pemandangannya, kuliner di Pulau Belakang Padang juga sangat diminati. Terutama mi lendir dan teh tarikAmengyang sudah melegenda bagi masyarakat Batam yang sering berkunjung ke sana. Kenikmatan kuliner itu bahkan membuat banyak warga Pulau Batam rela menghabiskan waktu paginya hanya untuk dapat sekadar menikmati kuliner itu.

Tentunya tidak hanya itu saja kenikmatan kuliner yang ada di Pulau Belakang Padang, menu tradisional lainnya seperti ikan asam pedas, gong gong rebus, ikan bakar, kepiting, dan makanan hasil olahan laut lainnya juga bisa ditemukan di pulau ini.

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia memang memberikan dampak perekonomian khususnya di sektor pariwisata, begitu juga di Pulau Belakang Padang. Hampir 2 tahun pulau tersebut tidak dikunjungi wisatawan mancanegara akibat ditutupnya pintu masuk ke Indonesia.

Maka dari itu, setelah dibukanya pintu masuk bagi warga negara asing, pemerintah setempat langsung menggelar acara dengan mengundang delegasi negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Salah satunya digelar pada saat perayaan HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2022.

Warga sekitar bersama dengan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di kantor Camat Belakang Padang menggelarevent, seperti lomba sampan layar, panjat pinang di tengah laut, lomba bakiak, tarik tambang, bulu tangkis, sepak takraw, dan lain-lain.

Semua itu dilakukan untuk menarik kunjungan wisatawan, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan warga dan pendapatan asli daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pendaftaran SMPB di Jateng

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng

Potensi komoditas kakao Jembrana

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...

Anak harimau sumatra di TSI II Prigen

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...

Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

Sidang vonis Mantan Wamennaker Immanuel

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Sidang vonis Mantan Wamenna...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.