Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Piala Dunia Dikritik, Menlu Qatar Minta Jerman Urusi Masalah Negara Sendiri

📅 Selasa, 08 Nov 2022, 07:01 WIB | Oleh:
Piala Dunia Dikritik, Menlu Qatar Minta Jerman Urusi Masalah Negara Sendiri Doc: AP
Ket. Ilustrasi kampanya boikot Piala Dunia 2022 di Qatar.

Menteri Luar Negeri Qatar menuduh Jerman "berstandar ganda" atas kritiknya terhadap catatan hak asasi manusia tuan rumah Piala Dunia 2022 itu.

Diketahui Qatar telah menghadapi kritik keras dari sejumlah kelompok hak asasi manusia termasuk Amnesty International, menuduh negara itu menyalahgunakan dan mengeksploitasi pekerja migran.

Pada bulan lalu, Kementerian Luar Negeri Qatar telah memanggil duta besar Jerman atas komentar Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser bahwa catatan hak asasi manusia suatu negara harus diperhitungkan untuk menilai apakah mereka pantas terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia.

"Di satu sisi, penduduk Jerman salah informasi oleh politisi pemerintah; di sisi lain, pemerintah tidak memiliki masalah dengan kami dalam hal kemitraan energi atau investasi," kata Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani kepada surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung, seperti dikutip Reuters.

"Kami kesal dengan standar ganda," katanya, seraya menambahkan bahwa Qatar telah menghadapi kampanye penolakan negara itu sebagai tuan rumah Piala Dunia, dalam 12 tahun yang menurutnya tidak pernah dihadapi negara lain.

"Sungguh ironis ketika nada ini melanda negara-negara di Eropa yang menyebut diri mereka demokrasi liberal. Kedengarannya sangat arogan, terus terang, dan sangat rasis," katanya kepada surat kabar itu.

Al-Thani menggambarkan seruan untuk jaminan keamanan bagi minoritas, yang diminta Faeser sebagai prasyarat sebelum setuju untuk menghadiri Piala Dunia, sebagai berlebihan dan mengatakan politisi Jerman harus lebih fokus pada kejahatan rasial yang terjadi di dalam negara mereka sendiri.

Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino telah menulis surat kepada 32 negara yang akan pergi ke Piala Dunia untuk mengesampingkan kekhawatiran yang berkembang atas Qatar dan meminta mereka untuk fokus pada sepak bola.

"Semua orang diterima tanpa memandang asal, latar belakang, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, atau kebangsaan," tambah surat itu.

Mengutip Eurosport, FIFA menghadapi tekanan atas keputusan untuk menggelar Piala Dunia 2022 di Qatar karena masalah hak asasi manusia seputar pekerja migran, diskriminasi dan masalah keamanan atas penggemar dari komunitas LGBT.

Sementara itu, Qatar menegaskan "semua orang dipersilakan" untuk mengunjungi negara itu untuk menonton sepak bola, dan tidak seorang pun akan didiskriminasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
44 Area Konversi Hutan di S...
Megapolitan
Tawuran di Stasiun Manggara...

Harga Cabai Rawit Rp100.800/Kg, Telur Ayam Rp28.400/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp100.800...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.