Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Potensi Investasi Infrastruktur Hijau RI di Atas 600 Miliar Dollar AS

📅 Kamis, 03 Nov 2022, 00:00 WIB | Oleh:
Potensi Investasi Infrastruktur Hijau RI di Atas 600 Miliar Dollar AS Doc: antara
Ket. Deputi Senior Gubernur BI, Destry Damayanti

JAKARTA - Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyebutkan terdapat perkiraan potensi investasi ke sektor infrastruktur hijau Indonesia sebesar lebih dari 600 miliar dollar AS, jika mengutip data Kementerian Koordinator bidang Maritim dan Investasi.

"Meningkatnya kesadaran dan permintaan akan instrumen keuangan berkelanjutan memberikan peluang yang signifikan bagi Indonesia," ungkap Destry dalam Mandiri Sustainability Forum 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (2/11).

Indonesia memiliki banyak kegiatan dan proyek yang dapat menjadi landasan keuangan berkelanjutan. Selain infrastruktur hijau, Indonesia secara alami memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar di sektor berkelanjutan.

Teridentifikasi sekitar 4.400 sungai di Indonesia mampu menyediakan listrik hingga 24 gigawatt (GW), tenaga angin dengan potensi hingga 100 GW, panas bumi dengan potensi hingga 23,76 GW, dan potensi aplikasi yang luas untuk pembangkit listrik tenaga surya.

Seperti dikutip dari Antara, Destry menuturkan terdapat kebutuhan investasi kendaraan listrik sebesar 35 miliar dollar AS dalam 5 hingga 10 tahun ke depan guna membangun baterai litium dan ekosistem kendaraan listrik. "Jadi, saya kira ini merupakan potensi yang sangat besar bagi Indonesia," kata Destry.

Sangat Sulit

Apalagi, sambung Destry, saat ini sangat sulit untuk mendapatkan kendaraan listrik karena produksinya terbatas, di sisi lain permintaannya sangat tinggi.

Oleh karena itu, menurut Destry, kesadaran orang-orang yang harus hidup dalam energi bersih dan produk bersih adalah sesuatu yang sangat menarik, serta akan mendukung permintaan untuk semua proyek hijau di masa depan.

Sebelumnya, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur SDA Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Arvi Argyantoro, mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berkomitmen untuk membangun infrastruktur hijau dalam rangka mendukung kebijakan pengurangan emisi karbon.

"Khusus di sektor sumber daya air, Kementerian PUPR mencoba mengembangkan proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang meliputi pembangkit listrik tenaga air, pembangkit listrik tenaga minihidro, pembangkit listrik tenaga mikro hidro, hingga pembangkit listrik tenaga surya. Kita punya potensi bendungan yang kita miliki untuk pembangkit listrik," kata Arvi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.