Pemerintah Menambah Kuota BBM Jenis Pertalite dan Solar Subsidi
📅 Rabu, 05 Okt 2022, 00:03 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ANTARA/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS
JAKARTA - Pemerintah menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar subsidi yang berlaku sejak 1 Oktober 2022.
Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2022.
Penambahan kuota pertalite sebanyak 6,86 juta kiloliter (kl) dari kuota awal 23,05 juta kl, sedangkan untuk BBM solar subsidi ditambah 2,73 juta kl dari kuota awal tahun 2022 sebanyak 15,1 juta kl.
"Dengan kondisi perekonomian yang membaik pasca- Covid-19, konsumsi BBM baik solar maupun pertalite mengalami lonjakan, sehingga jika tidak ditambah, kuotanya akan habis pada pertengahan Oktober 2022 untuk pertalite dan pada pertengahan November untuk solar," kata Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) Migas, Erika Retnowati, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (4/10).
Seperti dikutip dari Antara, meskipun telah ada penambahan kuota, lanjut Erika, sosialisasi penggunaan BBM subsidi tepat sasaran tetap harus digencarkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia meminta golongan yang mampu menggunakan BBM nonsubsidi karena BBM subsidi hanya diberikan kepada yang berhak.
"Selain itu juga membuat kinerja mesin mobil lebih baik (jika menggunakan BBM nonsubsidi)," ucapnya.
Sambut Positif
Sebaiknya Anda baca juga:
Penambahan kuota BBM jenis pertalite dan solar subsidi disambut positif oleh PT Pertamina Patra Niaga (PPN) sebagai Badan Usaha yang ditugaskan untuk mendistribusikan BBM subsidi.
Hal tersebut memberikan kepastian ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat yang berhak.
"Hal ini tentu saja menjadi berita yang baik untuk masyarakat, tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan pertalite dan solar.
Penambahan ini diharapkan akan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat sampai akhir tahun," kata Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting.
Sebagai informasi, sampai 30 September 2022 (unverified), realisasi solar subsidi sudah mencapai 85,81 persen atau sebesar 12,96 juta kl dari kuota 15,10 juta kl.
Adapun pertalite sebanyak 95,32 persen atau sebesar 21,97 juta kl dari kuota 23,05 juta kl.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!