Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Klaim Kebijakan yang Luputkan RI dari Stagflasi Diragukan

📅 Rabu, 14 Sep 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Misalnya, efektivitas penyaluran dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) dinilai meragukan karena penyaluran ke beberapa sektor masih lambat, seperti untuk kesehatan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan juga dunia usaha.

Tauhid memaparkan kalau penyaluran dana PEN baru benar-benar digenjot di kuartal III dan IV untuk mengejar target, sehingga banyak yang tidak efektif. Realisasi penyaluran dana PEN 2020 hanya 82,83 persen dari pagu anggaran atau 575,8 triliun rupiah dari total pagu sebesar 695,2 triliun rupiah.

Begitu juga realisasi program PEN pada 2021 yang tidak mencapai 100 persen. Penyerapannya hanya 658,6 triliun rupiah atau 88,4 persen dari total pagu sebesar 744,77 triliun rupiah.

Tantangan pada 2020 dan 2021 memang tidak sebanding sebelum pandemi (2019). Dua tahun terakhir perekonomian benar-benar terpukul. Namun demikian, ujian bagi pemerintah yang sesungguhnya baru pada 2022 dan 2023 nanti.

Dengan tekanan ekonomi global saat ini yang membuat harga pangan dan energi bergejolak, tentu bakal mengganggu pertumbuhan ekonomi dalam negeri. "Jadi, bergantung pemerintah, kalau nilai bansos tidak ditambah maka konsumsi masyarakat tidak akan meningkat. Saat ini, nilai bansos sebagai kompensasi kenaikan harga BBM terlalu kecil. Itu tidak akan mengangkat daya beli," tegas Tauhid.

Hal yang perlu menjadi perhatian adalah inflasi yang tinggi pada beberapa kuartal tahun ini, sedangkan pertumbuhan ekonomi stagnan di angka 5 persen. "Itu yang menjadi masalah pemerintah jika daya beli masyarakat tidak didorong. Hitung-hitungan saya, tahun ini kita hanya tumbuh 5 persen. Rasanya agak susah kalau sampai 5,5 persen," paparnya.

Apalagi pertumbuhan ekonomi di negara-negara mitra dagang utama juga ikut melambat seperi Tiongkok yang hanya tumbuh di level 4 persen dibanding sebelumnya di level 6-7 persen.

Sedangkan dari dalam negeri, belum semua sektor benar-benar pulih pascapandemi, seperti industri, pariwisata, jasa, perhotelan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Lewat Metode Hunting, Kemen...

Berikut Harga BBM Per 5 Oktober 2026 yang Masih Stabil

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Berikut Harga BBM Per 5 Okt...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.