Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Bencana Perubahan Iklim Bisa Lebih Besar dari Covid

📅 Selasa, 23 Agu 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dampak Bencana Perubahan Iklim Bisa Lebih Besar dari Covid Doc: Sumber: Bappenas - KJ/ONES/AND

» Indonesia masuk 12 besar negara paling rentan terhadap perubahan iklim.

» Pemerintah perlu melakukan upaya kontinjensi untuk mencegah kenaikan suhu.

JAKARTA - Disrupsi pembangunan di Indonesia bisa mencapai 3 hingga 5 persen akibat bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim. Presidency Chair Suistainable Finance Working Group (SFWG) Kementerian Keuangan, Dian Lestari, mengatakan Indonesia sangat rentan terhadap bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim karena hampir 60 persen penduduknya tinggal di daerah pesisir.

"Banjir rob yang disebabkan naiknya permukaan air laut, berbagai bencana hidro meteorologi dan bencana lainnya. Indonesia bisa dikatakan supermarket bencana yang disebabkan perubahan iklim," kata Dian dalam G20 BI Stronger Fest bertajuk Indonesia Menuju Keuangan Berkelanjutan secara hybrid, di Jakarta, Senin (22/8).

Dampak bencana yang disebabkan perubahan iklim, jelasnya, bisa lebih besar dibandingkan pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini. Menurutnya, Indonesia masuk 12 besar negara paling rentan terhadap perubahan iklim.

"Kalau kita tidak mengatasi itu, kita sendiri akan menjadi korban secara sosial maupun ekonomi," kata Dian.

Sebab itu, upaya pemerintah mencapai target pembangunan ekonomi rendah karbon 2030 dan net zero emission 2060 harus didukung oleh berbagai pihak, termasuk pihak swasta. Untuk mencapai pembangunan ekonomi rendah karbon 2030 saja, Indonesia membutuhkan dana sekitar 3.400 triliun rupiah. "Untuk mengendalikan perubahan iklim, sesuai target itu tidak murah, investasinya sangat mahal," kata Dian.

Pada kesempatan yang sama, Sustainable Finance Program Lead WWF Indonesia, Rizkiasari Yudawinata, mengatakan Indonesia bisa melakukan efisiensi produksi dengan memperhatikan faktor alam, iklim, dan lingkungan sosial untuk meminimalisir terjadinya perubahan iklim.

Saat ini, jelasnya, sudah ada ketidakseimbangan dari sisi supply and demand sumber daya alam. "Dalam hal pencapaian untuk menuju kemakmuran, kita cenderung menggunakan cara-cara yang sifatnya boros," kata Rizki seperti dikutip dari Antara.

Apabila Indonesia tidak melakukan perubahan dari sisi produksi dengan lebih memperhatikan alam, gas rumah kaca terus meningkat.

Berdasarkan data BMKG, suhu udara rata-rata pada Juni 2022 sebesar 26.73 derajat Celsius atau menunjukkan anomali negatif sebesar -0.06 derajat Celsius. Anomali suhu udara ini merupakan nilai anomali tertinggi ke-22 sepanjang periode data pengamatan sejak 1981.

Ekonomi Hijau

Pengamat Iklim dari Universitas Brawijaya, Malang, Adi Susilo, mengatakan pemerintah harus melakukan transfornasi ke ekonomi hijau untuk mengantisipasi kerugian ekonomi yang dapat ditimbulkan akibat perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Ekonomi
OJK Tegaskan Perusahaan Mod...

Joe Taslim Gabung Film Netflix “Extraction 3”

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Joe Taslim Gabung Film Netf...
Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.