Waspadai Resesi Ekonomi yang Berpotensi Kembali Melanda
📅 Kamis, 14 Jul 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus memiliki sinergi kebijakan yang lebih kuat, tidak hanya secara nasional, tetapi juga di tingkat internasional," kata Solikin.
Dengan berbagai tantangan yang pelik itu, Bank Indonesia, katanya, tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan suku bunga acuan. Instrumen lain pun turut dikerahkan sebagai bauran kebijakan.
Turun Drastis
Pengamat Ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, mengatakan ancaman resesi bagi Indonesia, apabila konsumsi menurun drastis akibat mahalnya barang-barang kebutuhan sehari-hari sehingga masyarakat terpaksa mengurangi pengeluarannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua, mahalnya harga komoditas primer dan bahan bakar minyak (BBM) yang akan memukul usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), padahal mereka berkontribusi 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Sisi permintaan dan penawaran yang berkontraksi berpotensi mempercepat terjadinya resesi. Dalam kondisi demikian, tindakan yang tepat adalah menyalurkan subsidi yang tepat sasaran.
Diminta secara terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, mengatakan meskipun peluang resesi kecil, namun harus tetap diantisipasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Antisipasi bisa dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat mendukung peningkatan pendapatan APBN.
"Untuk menghadapi resesi, pengelolaan APBN harus diarahkan melalui peningkatan revenue-nya. Sektor swasta harus didukung lewat insentif-insentif, terutama bisnis yang belum menghasilkan keuntungan serta UMKM dan perusahaan rintisan atau startup. Insentif diharapkan agar menstimulasi usaha mereka sehingga produktif dan bisa menghasilkan pajak yang dapat menyehatkan APBN.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!