Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dunia Akan Hadapi Krisis Pangan Parah dan Kelaparan Akut

📅 Senin, 13 Jun 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dunia Akan Hadapi Krisis Pangan Parah dan Kelaparan Akut Doc: Berbagai sumber - KORAN JAKARTA/AND/ONES

» Kini sudah 22 negara menghentikan ekspor komoditas pangan.

» Jokowi mengingatkan Indonesia masih terus mengimpor gandum, jagung, dan kedelai.

SINGAPURA - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada akhir pekan lalu, kembali memperingatkan bahwa dunia akan menghadapi "krisis pangan yang parah" akibat serangan berlarut-larut Russia di negaranya.

Dalam penyampaian secara virtual pada konferensi pertahanan utama Asia di Singapura, Zelenskyy mengatakan kepada para delegasi bahwa negaranya tidak dapat mengekspor makanan yang cukup karena blokade Russia di Pelabuhan Laut Hitam yang mencegah pengiriman ekspor ke negara lain.

"Dunia akan menghadapi krisis pangan dan kelaparan yang akut dan parah," katanya, berbicara kepada 575 delegasi dari 40 negara.

Ukraina dan Russia adalah salah satu produsen dan pengekspor gandum terbesar dan makanan penting lainnya seperti biji-bijian dan minyak lainnya. "(Krisis) pangan menyentuh Asia, Eropa, dan Afrika. Russia telah memblokir Laut Hitam. Harga meningkat. Russia melanggar hukum internasional," kata Zelenskyy dalam sesi tanya jawab setelah pidatonya.

Zelenskyy juga mengatakan bahwa perang Russia di Ukraina merupakan ancaman bagi sistem hukum internasional, selain juga berdampak terhadap negaranya.

"Russia telah memulai kampanye disinformasi dan menuduh bahwa perangnya terhadap Ukraina seolah-olah sesuatu tentang NATO, tentang niat Barat untuk entah bagaimana maju di Eropa," kata Zelenskyy.

"Tetapi pada kenyataannya, perang Russia melawan Ukraina bukan hanya tentang Eropa, ini tentang hal-hal penting secara global," katanya.

"Kepemimpinan Russia berusaha untuk membuang semua pencapaian sejarah umat manusia, terutama sistem hukum internasional," kata Zelenskyy, menyerukan negara-negara untuk "mematahkan kemampuan" Russia untuk memblokir laut dan kebebasan navigasi.

"Jika tidak ada hukum internasional, dan ikan besar memakan ikan kecil dan ikan kecil memakan udang, kami tidak akan ada," katanya, mengutip kata-kata pendiri Singapura, Lee Kuan Yew.

Berbicara kepada hadirin dari lokasi yang dirahasiakan di Kyiv, Zelenskyy dalam pidato 20 menit yang terkadang berapi-api, mengatakan bahwa Ukraina akan "pasti memenangkan" perang yang telah dimulai Russia itu, yang ditanggapi para delegasi dengan tepuk tangan yang panjang. Dialog keamanan tiga hari diadakan untuk pertama kalinya setelah jeda dua tahun karena pandemi.

Hentikan Ekspor

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.