Masyarakat Harus Siap Hadapi Krisis Pangan
📅 Jumat, 10 Jun 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Penggunaan teknologi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani dan pekebun demi menjaga ketahanan pangan Indonesia," kata Adinova.
Hal yang tak kalah penting, tambahnya, adalah reformasi institusi. Setiap kebijakan pangan perlu diintegrasikan pada suatu sistem dalam institusi yang baik, sehingga ketahanan pangan terus terjaga. Pembentukan dan penetapan early warning indicators dapat menjadi awal untuk menjaga pemenuhan kebutuhan domestik. Badan Pangan Nasional harus mendorong transformasi tata kelola kebijakan pangan yang lebih baik," katanya.
Sementara itu, pengamat pertanian dari UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan ancaman krisis pangan sangat nyata dan hanya pertanian berkelanjutan yang dapat menjadi solusi untuk antisipasi krisis ke depan.
"Selain penurunan produksi, kompetisi dalam mengonsumsi hasil pertanian semakin memicu kelangkaan pangan," kata Ramdan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengingatkan pemerintah harus berhati- hati dengan kebergantungan pada pangan dari korporasi pascaliberalisasi ekonomi yang membuat kita rentan krisis pangan.
"Liberalisasi pangan membuat kebergantungan impor pangan kita tinggi sehingga rentan terhadap ancaman krisis pangan," kata Awan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!