Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengejutkan! Dilarang Mati-matian di Indonesia, Menteri Kesehatan Thailand Justru Bagikan 1 Juta Pohon Ganja ke Warganya, Buat Apa?

📅 Jumat, 13 Mei 2022, 13:40 WIB | Oleh:
Mengejutkan! Dilarang Mati-matian di Indonesia, Menteri Kesehatan Thailand Justru Bagikan 1 Juta Pohon Ganja ke Warganya, Buat Apa? Doc: Istimewa
Ket. Ilutrasi Tanaman Ganja

Menteri Kesehatan (Menkes) Thailand, yang sebelumnya telah mempelopori upaya negara itu untuk mendekriminalisasi ganja, justru mengatakan pemerintah Thailand akan mendistribusikan 1 juta tanaman ganja secara gratis ketika sebagian besar pembatasan hukum atas produksi dan kepemilikan obat dicabut bulan depan.

Kantor berita Associated Press menuturkan, Menkes Thailand Anutin Charnvirakul telah menandatangani sebuah tindakan pada bulan Februari lalu yang secara resmi mengeluarkan ganja dari daftar obat-obatan terlarang.

Di Thailand sendiri, penggunaan ganja yang diatur secara ketat telah dilegalkan pada tahun 2018 dengan beberapa pembatasan secara bertahap dilonggarkan sejak saat itu.

Melalui pelonggaran tersebut, pejabat Thailand berharap bahwa industri ganja baru yang besar akan berkembang. Pejabat itu berharap dengan melegalkan ganja, Thailand dapat menghasilkan ratusan juta dolar secara langsung setiap tahun, sekaligus menarik wisatawan asing, setelah sebagian besar absen selama pandemi Covid-19.

Nantinya, ketika tindakan itu mulai berlaku pada 9 Juni, kepemilikan dan penggunaan semua bagian tanaman ganja, termasuk bunga dan biji, akan diizinkan. Namun, konten yang diekstraksi akan tetap ilegal jika mengandung lebih dari 0,2 persen bahan psikoaktif yang menghasilkan tetrahydrocannabinol, atau THC tinggi.

Melalui halaman Facebook-nya, Anutin menyatakan pada hari Minggu (8/5) bahwa individu tidak perlu lagi memperoleh izin untuk menanam ganja di rumah, selama dinyatakan untuk tujuan pengobatan dan tidak memiliki konten THC di atas batas maksimum yang dilegalkan. Namun, pejabat Thailand belum menjelaskan bagaimana ketentuan tersebut ditegakkan.

AP menuturkan, Anutin mengatakan dengan sedikit penjelasan bahwa 1 juta tanaman ganja akan dibagikan mulai Juni dan orang-orang akan dapat menanam sebanyak yang mereka suka di rumah mereka.

Sementara bagi perusahaan skala besar masih memerlukan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan negara itu untuk membuat produk ganja, yang dianggap digunakan terutama untuk obat-obatan dan bahan tambahan makanan.

Pada akhir bulan lalu, surat kabar Bangkok Post melaprokan Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) menerima sekitar 4.700 aplikasi untuk mendapatkan izin mengimpor, memiliki, menanam, dan memproduksi ganja dan rami.

Laporan itu mengutip pendapat seorang pejabat FDA yang mengatakan produk yang direncanakan untuk produksi termasuk minyak biji rami, suplemen makanan, minuman, saus bumbu, permen jelly dan makanan instan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Megapolitan
UU DKJ Bisa Sulitkan KPU Su...
Luar Negeri
Iran Tinjau Proposal AS Buk...
Nasional
Derasnya Impor Ancam Daya S...
Advertisement
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.