4 Senjata Pemusnah Massal yang Disebut Paling Berbahaya di Dunia, Ini Daftarnya
📅 Senin, 27 Des 2021, 14:00 WIB | Oleh: Zulfikar Ali HusenBerkat kemunculan teknik penyuntingan gen CRISPR, pada akhirnya, mereka yang berkonflik akan mencari cara untuk membuat virus kombinasi yang dapat dilepaskan di mana saja yang mereka inginkan.
Dunia pun akan berada dalam 'perang biologis'. Untungnya, agen (senjata pemusnah massal) ini tidak mungkin ada di sebuah negara, karena hampir setiap wilayah di dunia ini telah menandatangani kesepakatan Biological Weapons Convention pada tahun 1975, yang secara eksplisit melarang penggunaan dan pengembangan senjata semacam itu.
Namun, itu tidak berarti bahwa sejumlah orang atau organisasi yang memiliki akses ke CRISPR dan pengetahuan yang cukup tidak dapat memproduksi virus buatan.
Katakanlah cacar, yang konon telah dimodifikasi secara artifisial untuk menyerang musuh. Tohoh-tokoh ternama seperti John Sotos dan Bill Gates, secara khusus memperingatkan dunia tentang ancaman sejenis ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Begitu pula para ahli biosains dari era Uni Soviet, yang konon sudah pernah memperingatkan umat manusia tentang bahaya virus chimera yang direkayasa.
Rinderpest dan Rice Blast
Tidak semua senjata pemusnah massal dirancang untuk menghilangkan nyawa manusia dengan segera, tetapi sebaliknya merencanakan membunuh semua kehidupan yang ada di suatu tempat dalam jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Contoh utama dari hal ini adalah virus rinderpest (Rinderpest morbillivirus), penyakit ternak yang telah diperangi umat manusia selama 5.000 tahun, dan akhirnya dapat diberantas dari Bumi pada tahun 2010-an.
Rinderpest telah menyebabkan penderitaan bagi banyak orang, dalam jumlah tak terukur. Virus ini mengakibatkan munculnya wabah kelaparan lantaran seluruh ternak mati secara mendadak.
Beberapa pihak percaya bahwa penyakit ini telah digunakan sebagai senjata setidaknya sekali, ketika rinderpest tiba-tiba menyebar di Ethiopia selama Abad ke-19.
Selain hewan, ada virus lain yang menyerang tanaman, yakni rice blast atau jamur busuk leher (Magnaporthe grisea). Ini adalah jamur jahat yang mampu menghancurkan seluruh tumbuhan, termasuk padi yang mampu menghasilkan cukup beras untuk memberi makan 60 juta orang setiap tahun.
Pada 1960-an, pemerintah AS bereksperimen dengan rice blast di setidaknya dua lokasi di Okinawa, meskipun untungnya, AS mengakhiri program percobaan senjata kimianya ini pada tahun 1969.
Gas VX
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!