Ucapan Selamat Natal Jangan Jadi Polemik
📅 Senin, 20 Des 2021, 09:00 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Istimewa
JAKARTA - Ucapan Selamat Hari Natal jangan jadi polemik. Masyarakat diimbau arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat terkait hal tersebut. Demikian disampaikan Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi, kepada awak media, di Jakarta, Minggu (19/12).
"Jangan menjadikan polemik yang justru dapat mengganggu kerukunan dan harmoni hubungan interen maupun antarumat beragama," ujarnya. Dia minta, sebaiknya masyarakat mengembalikan masalah ini kepada keyakinan masing-masing.
Dia memastikan, MUI Pusat sendiri belum pernah mengeluarkan ketetapan fatwa tentang hukumnya memberikan tahniah atau ucapan Selamat Natal kepada umat Kristiani yang merayakannya. MUI mengembalikan masalah ini kepada umat Islam untuk mengikuti pendapat ulama sesuai dengan keyakinannya.
"Sebaiknya kita mengembalikan masalah ini kepada keyakinan kita masing-masing dengan tidak saling menyalahkan, apalagi bahkan mengafirkan," ucapnya. Lebih jauh, Zainut menerangkan, ada perbedaan pandangan para ulama dalam menilai masalah ucapan Selamat Natal. Sebagian ulama ada yang melarang dan sebagiannya lagi membolehkan.
Dia menghormati pendapat ulama yang menyatakan bahwa mengucapkan selamat Natal dilarang oleh agama. Hal itu didasarkan pada argumentasi bahwa mengucapkan selamat Natal itu bagian dari keyakinan agamanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Begitu juga pendapat ulama yang menyatakan bahwa mengucapkan Selamat Natal itu hukumnya mubah atau boleh dan tidak dilarang oleh agama. Sebab didasarkan pada argumentasi bahwa hal itu bukan bagian dari keyakinan agama. "Tetapi sebatas memberikan penghormatan atas dasar hubungan kekerabatan, kekeluargaan, dan relasi antarumat manusia," tambahnya.
Zainut menekankan, sesama anak bangsa harus terus menjaga dan memelihara kerukunan serta persaudaraan. Hal ini baik persaudaraan keislaman, persaudaraan atas dasar kemanusiaan, maupun persaudaraan kebangsaan. "Ini demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan damai," tandasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!