Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bisa Ketagian Lho, Mengenal Lebih Dekat Makanan 'Lem' Papeda yang Menjadi Kuliner Khas Papua

📅 Minggu, 10 Okt 2021, 15:28 WIB | Oleh: Tim Penulis

Charles Toto, atau lebih dikenal dengan Chef Chato, praktisi kuliner asal Papua mengakui bahwa peran sagu sebagai bahan makanan pokok orang Papua secara perlahan sudah digantikan oleh nasi. Pergeseran tersebut di antaranya disebabkan oleh kebijakan pemerintah membuka lahan sawah di Bumi Cendrawasih itu.

"Ada stigma bahwa nasi itu untuk kelompok masyarakat modern dan memiliki kelas lebih tinggi dari sagu. Akhirnya ada anggapan bahwa sagu dan ikan adalah makanan yang lebih rendah, sehingga masyarakat pun kemudian berbondong-bondong mencari nasi," katanya.

Chef Chato pun kemudian secara gencar mencoba untuk mempromosikan kembali kebaikan sumber makanan dari sagu dan berusaha untuk menyadarkan orang Papua bahwa pangan lokal harus tetap mereka lestarikan, dan sagu sebenarnya lebih baik daripada nasi yang mempunyai kadar gula tinggi.

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 menjadi peluang yang sangat istimewa bagi Pemerintah Papua untuk mempopulerkan kembali papeda, serta sektor kuliner khas lainnya.

Salah seorang pedagang papeda di Jayapura, Ibu Enda, menuturkan melalui PON Papua, papeda akan semakin terkenal dan tamu dari daerah banyak yang penasaran ingin mencoba makanan tersebut.

"Papeda ini makanan khas Papua dan saya bangga dapat memperkenalkan papeda ke para pengunjung PON Papua," kata Ibu Enda yang membuka stand makanan dan minuman, seperti yang dikutip oleh infopublik.

Berangkat dari rasa optimistis bahwa banyak masyarakat dari luar Papua yang tertarik dengan makanan Papua, ia pun mengikuti pelatihan dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Jayapura.

Ibu Enda pun menyatakan keyakinannya bahwa papeda akan semakin digemari dan naik kasta menjadi atraksi kuliner andalan Tanah Papua. Torang Bisa.....

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Memperkuat penanganan karhu...

Bakti kesehatan Polri di Polres Jombang

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Bakti kesehatan Polri di Po...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.